Minggu, 31 Januari 2010

Wahai Sang Pecinta Kata


Seseorang yang menuangkan ide dan fikirannya dalam tulisan adalah sang pecinta kata...
Sang pecinta kata selalu mampu menuturkan kata-kata lewat bibir penanya...
Ia tak pernah kehabisan ide untuk menata huruf demi huruf, merangkai kata, dan mengikatnya dalam tulisan...
Bahkan saat ia tak punya inspirasi, ia masih mampu menulis tentang dirinya yang sedang tak berinspirasi…
Yaa begitulah sang pecinta kata…

Sang pecinta kata bagai seorang bunda…
Bunda yang melahirkan kata-kata dari rahim imajinya dengan susah payah…
Bunda yang menuangkan cinta dan kasih sayangnya dalam setiap kata, ia bagai menuangkan cinta pada anak-anaknya…

Namun ketika “anak-anak kata” lahir….
Tiba-tiba seseorang merampas “anak-anak kata” dari pelukan bundanya….
Tiba-tiba seorang bunda dirampas haknya, ia tidak di akui oleh orang lain bahwa ia yang pernah melahirkan “anak-anak kata” dari rahim imajinya….
Tiba-tiba orang lain itu berkata “ini anakku”….

Lantas mungkinkah ada seorang anak yang sama dilahirkan dari dua rahim yang berbeda??? mungkinkah ada seorang anak yang sama dilahirkan dari dua orang bunda yang berbeda???
Bisa di bayangkan bagaimana perasaan seorang bunda saat anaknya dirampas???
Yaa pastilah bunda bersedih….

Wahai sang pecinta kata…
Jika memang kau pecinta kata yang sejati…
Kau tak akan kehabisan pesona untuk tampil di panggung tulisan…
Karena kau selalu punya cara sendiri untuk membuktikan cintamu dalam kata tanpa harus meniru cara orang lain membuktikan cintanya…

Jika memang kau bunda yang sejati….
Kau pasti bahagia dan bersyukur jika dalam pentas realita, “anak-anak katamu” bermanfaat bagi orang lain dan banyak orang yang kagum pada “anak-anak kata” yang kau lahirkan…
Meski begitu pastilah kau pun tak kan merelakan begitu saja jika tiba-tiba “anak-anak kata” yang lahir dari rahim imajimu diakui orang lain sebagai anaknya…

Aku tulis untuk semua orang yang mencintai kata-kata...
Aku tulis untuk semua orang yang menjadi bunda dengan melahirkan “anak-anak kata” dari rahim imajinya...
Aku tulis untuk sang pecinta kata…

Hari ini Allah menguji kesabaran dan keikhlasanku…
Saat “anak-anak kata” milikku di akui oleh orang lain sebagai anaknya
Ya Ilahi, semua ini terjadi atas izinMu…
Pasti ada hikmah yang berserak bersama peristiwa ini…
Irhamna Ya Rabb…

Samarinda, 30 Januari 2010
Salam Cinta Dalam Kata
~sahira~

NB : Sesungguhnya CoPas itu tidak dilarang….hukumnya mubah….tapi tetep cantumin itu nama penulis yang sebenarnya…. ^_^

Read More......

Karena Allah, Aku Kuat


Saat iman mulai lunglai..
Saat nafas-nafas nurani mulai tersengal meniti jalanNya..
Saat pencarian mutiara di dasar hati mulai terasa sia-sia..

Maka ingatlah "....Dialah (Allah) yg memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan para mukmin." (QS. Al-Anfal:62)
Dan ingat pula "Sesungguhnya kita ini kuat dengan bantuan Allah, dan tidak akan pernah lemah selamanya karena pertolongan Allah..
Kita ini mulia karena Allah dan tidak akan hina selamanya karena Allah..
Kaya karena Allah dan tidak akan fakir selamanya karena Allah..
Kami ingin mengajarkan umat dengan sikap yang baru yang sesuai dengan nilai-nilai Islam..
Kami ingin membina umat dengan akhlak Islam dan menuntun mereka dengan pola hidup Islam..
Agar umat bisa berjalan di belakang pemimpinnya yang paling agung..
Pemimpin yg paling mulia, Muhammad saw.." Untaian kata Ustadz Hasan Al-Banna..

Ku baca lalu ku maknai kata demi kata..
Kalimat demi kalimat..
Hingga rintik-rintik air bening menghiasi pelupuk mata..
Menilai diri dan menyadari bahwa aku masih sering menyerah di tengah komitmen aku harus berbuat..
Duhai Allah, kerdilnya diri ini di hadapanMu..

Wahai diri ingatlah bahwa hidup tak mengenal siaran tunda..
Pencarian hidup seorang mukmin adalah menuju Allah..
Mencari ridhaNya..

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan."(QS.Al-Insyirah:5-6)

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat...." (QS.Al-Baqarah:45)

Wahai jiwa jangan bunuh benih-benih harap yang hadir..
Jangan mundur dari pentas realita hanya karena tak indah seperti keinginan..
Istiqomahlah meski tak mudah..
Sungguh janji Allah adalah sebuah kepastian..

Dialog diri, 30 Januari 2010
Yang tertatih dan berusaha ikhlas di jalanNya
~sahira~

Read More......

Kamis, 28 Januari 2010

Puing-Puing Riang


Tak seperti biasanya..
Entah, aku merasa ada yang kurang..
Ada yang hilang..

Saat kau tak bergeming..
Aku pun tak punya pilihan selain hening..
Saat kau senyap..
Senyum itupun menguap..

Menguap dan merenda awan kelabu..
Aku yakin sepertinya sebentar lagi akan turun hujan..
Benar saja, hujan itu hadir di pelupuk mata..

Sepi menjadikan riang hancur menjadi puing..
Aku hanya ingin mengumpulkan puing-puing riang yang terbuang..
Aku tak ingin riang itu hilang..

Untukmu sahabat, aku mengais puing-puing riang..

Rumah, 27 Januari 2010
~sahira~

Read More......

Jumat, 22 Januari 2010

Menjemput Kematian


"Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan balasan (amal) kalian. Maka, siapa yang (hari itu) dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah sukses besar. Dan tidak adalah kehidupan dunia ini kecuali (sedikit) kenikmatan yang menipu." (QS. Ali Imran : 185)

Allah menegaskan bahwa yang berjiwa pasti akan mengalami kematian...
Bukan hanya tumbuhan dan hewan, melainkan juga manusia...
Yaa manusia itu diri ini...

Sesungguhnya kehidupan diri ini adalah kematian itu sendiri…
Jadi sebenarnya cita-cita hidup adalah mati dengan sebaik-baiknya mati, yaitu meninggal dalam kebaikan dan amal sholeh...Khusnul khotimah...

Kalau membicarakan kematian terkadang dirasa membuat setiap diri tidak nyaman...
Padahal melalui kematian kita bisa memandang hidup "lebih hidup"...
Karena ibarat koin uang ada dua sisi, tetapi hakikatnya satu...

Wahai diri, wahai jiwa, wahai insan, wahai hati...Wahai apapun namamu...
Kematian itu sebuah kepastian yang Allah janjikan...
Jika kau yakin bahwa janji Allah adalah sebuah kepastian...
Maka mengapa kau masih sibuk dengan semua yang semu...

Allah memberi vonis MATI bagi setiap diri
Sekarang aku bukanlah aku...
Karena aku sedang belajar menjadi aku...
Aku adalah aku saat sakaratul maut...
Cukuplah kematian sebagai penasihat diri...

Samarinda, 21 Januari 2010
~sahira~

Read More......

Jumat, 15 Januari 2010

Aku Ingin Pulang


Kemanapun aku pergi
Bayang bayangmu mengejar
Bersembunyi dimanapun
S'lalu engkau temukan
Aku merasa letih dan ingin sendiri

Ku tanya pada siapa
Tak ada yang menjawab
Sebab semua peristiwa
Hanya di rongga dada
Pergulatan yang panjang dalam kesunyian

Aku mencari jawaban di laut
Ku seret langkah menyusuri pantai
Aku merasa mendengar suara
Menutupi jalan
Menghentikan petualangan

Kemanapun aku pergi
Selalu ku bawa bawa
Perasaan yang bersalah datang menghantuiku
Masih mungkinkah pintumu ku buka
Dengan kunci yang pernah kupatahkan
Lihatlah aku terkapar dan luka
Dengarkanlah jeritan dari dalam jiwa

Aku ingin pulang
Aku harus pulang

Lirik lagu Ebiet G Ade : "Aku Ingin Pulang"

______________^_^______________^_^_____________^_^_____________


Saat lisan kelu untuk berucap
Biar tulisan yang mengatakan bahwa "aku tetap berharap"

Saat pikiran penat, aku hanya ingin rehat
Biar aku beristirahat, karena aku masih ingin bersemangat

Saat raga ingin bertahan, nyatanya jiwa tidak demikian
Biar aku coba untuk melawan, tetap saja aku tak jadi pahlawan

Saat hati mulai lelah, tak pungkiri aku merasa bersalah
Biar aku akhiri semuanya dengan indah dan bukan karena menyerah

Saat aku merasa terbuang, aku hanya ingin pulang
Biar aku pulang, karena setelahnya aku ingin tetap berjuang

Samarinda, 15 Januari 2010
~sahira~

Read More......

Kamis, 14 Januari 2010

Asa Dalam Lintasan Masa


Kehadiran asa tak harus selalu dalam nyata...
Asa hadir agar putus asa itu tak menjadi realita...
Walau terkadang asa malu bertutur pada tuannya bukan berarti ia tak mau...

Asa hanya sedang ingin menari dan bermain dengan lintasan masa hingga saatnya tiba ia mau bertutur...
InsyaAllah jika sudah saatnya, asa itupun akan diwujudkan oleh yang Maha Esa…
Menanti dalam kesabaran...
Sabar dalam penantian...

Ku tulis untuk semua sahabatku yang sedang menanti...
Apapun yang sedang kau nanti...
Bersabarlah...
Sungguh janji Allah itu sebuah kepastian ^_^

~sahira~

Read More......

Jumat, 08 Januari 2010

Aku Belajar Dari Hujan


Hujan...
Turunmu melerai sepi
Panjang merintik dengan cinta...

Hujan..
Megah dengan kabut
Merona dengan dingin...

Hujan membawaku pada indah pelangi...
Hujan membawakanku angin sejuk untuk beristirahat dari penat...

Airnya yang berlimpah, dinginnya yang menyejukkan, dan kesegarannya yang menyenangkan, membawaku pada suasana yang benar-benar berbeda...

Berbeda saat aku merasa panas dan merindukan kesejukkan yang menyegarkan...
Karenanya aku selalu rindu sang hujan...

Namun ketika aku maknai lebih dalam, ternyata ada sisi lain dari hujan...
Allah menurunkan hujan ke bumi tidak hanya di satu tempat...
Terkadang ia turun di beberapa tempat dalam satu waktu yang bersamaan...
Itu karena memang Allah tau bahwa begitu banyak makhluk bumi yang merindukan hujan...

Aku tersadar bahwa tidak hanya aku yang rindu hujan...
Ada makhluk-makhluk Allah yang lain, yang sama sepertiku...
Dan sungguhlah egois jika aku berfikir bahwa hujan itu hanya turun untuk aku...

Lagi aku belajar dari hujan...
Belajar untuk berbagi dengan makhluk Allah yang lain...
Pelajaran berharga yang aku dapat dari hujan...

Aku hanya sedang belajar hingga saat itu tiba...
Yaa saat hujan benar-benar menyapaku...

Rentetan abjad yang tersusun sesaat setelah diskusi panjang dengan sahabatku...
Ini untukmu sahabat...
~sahira~ ^_^

Read More......

Cinta Dalam Kata


Bila jemari mulai menari…
Tinta yang bisu akan mulai berkata-kata...
Sekadar meluapkan rasa, melerai ragu, melukis asa...

Andai sepi goresan pena ini, kesepianlah yang sedang bersarang di jiwa...
Andai riang goresan pena ini, kerianganlah yang sedang bertakhta di hati...
Mengikuti jejak hidupku, seorang musafir di bumi Allah...
Semoga rahmatNya terus memayungi diri...

Saat asa bertutur dalam rasa maka saat itulah cinta terurai dalam kata yang terangkai...
Indah untuk dibaca dan indah untuk dimaknai...
Sesungguhnya keindahan kata dan ucapan itu kepunyaan Sang Pemilik Seluruh Kata....
Dia lah yang menjadikan keindahan dalam setiap susunan huruf....
Subhanallah...

Yaa inilah aku...
Yang damai dalam lautan kata...
Mengungkapkan bahasa jiwa...
Bertutur dengan bibir pena...
Karena aku tak pernah mau meninggalkan sepenggal cinta tanpa kata...
~sahira~ ^_^

Read More......

Kamis, 31 Desember 2009

Sebuah Cerita Tentang Kasih Sayang



Berikut ada kisah menarik dari tulisan George W Burns (psikoterapist) yang saya forward dan mudah2an bisa jadi perenungan dan pencerahan bagi kita semua

Pada suatu ketika, ada sebuah pulau yang dihuni oleh semua sifat manusia. Ini berlangsung lama sebelum mereka menghuni tubuh manusia, dan lama sekali sebelum kita mengotak-ngotakkannya kedalam istilah baik atau buruk. Pokoknya mereka ada, dengan ciri-cirinya sendiri.

Bahkan sifat-sifat tersebut berdiri sendiri sebagaimana manusia.
Mungkin itu sebabnya pada akhirnya mereka bersatu.
Dipulau tersebut hiduplah Optimisme, Pesimisme, Pengetahuan, Kemakmuran, Kesombongan, dan Kasih Sayang.

Sudah barang tentu sifat-sifat yang lain hidup disana juga. Pada suatu hari dimaklumatkan bahwa pulau tersebut pelan-pelan tenggelam. Ketika sifat-sifat tersebut mendengar berita ini, mereka dilanda kepanikan.
Mereka berlarian kesana kemari seperti semut yang rumahnya diinjak sampai hancur.

Setelah beberapa saat mereka mulai tenang dan merencanakan tindakan positif.
Karena hidup di pulau, kebanyakan dari mereka punya perahu, jadi mereka semua memperbaiki perahu mereka dan mengatur pemberangkatan dari pulau.

Kasih Sayang belum siap. Dia tidak memiliki perahu sendiri. Mungkin dia telah meminjamkannya kepada seseorang bertahun-tahun yang lalu.
Dia menunda keberangkatannya hingga saat-saat terakhir agar dia bisa membantu orang lain bersiap-siap. Pada akhirnya Kasih Sayang memutuskan bahwa dia harus meminta bantuan.

Kemakmuran baru saja berangkat dari dermaga didepan rumahnya yang besar.
Perahunya besar sekali, lengkap dengan semua teknologi paling mutakhir dan perangkat navigasi. Jika bepergian dengannya sudah pasti perjalanan mereka akan menyenangkan.
"Kemakmuran," panggil Kasih Sayang, "bolehlah aku ikut bersamamu?"
"Tidak bisa," jawab Kemakmuran. "Perahuku sudah penuh.
Berhari-hari kuhabiskan untuk memenuhinya dengan seluruh emas dan perak milikku.
Bahkan hanya tersisa sedikit ruang untuk perabotan antik dan koleksi seni. Tidak ada ruang untukmu disini."

Kasih Sayang memutuskan untuk minta tolong kepada Kesombongan yang sedang lewat didepannya menaiki perahu yang unik dan indah.

"Kesombongan, sudikah engkau menolongku?"
"Maaf, " kata kesombongan. "Aku tidak bisa menolongmu.
Tidakkah kau lihat sendiri? Kamu basah kuyup dan kotor. Coba bayangkan, betapa kotornya dek perahuku yang mengilat ini nanti jika kamu naik."

Lalu Kasih Sayang melihat Pesimisme yang sedang berusaha sekuat tenaga mendorong perahunya ke air.
Kasih Sayang meletakkan tangannya ke buritan kapal dan membantu Pesimisme mendorong perahunya.

Pesimisme mengeluh terus menerus. Perahunya terlalu berat, pasirnya terlalu lembut, dan airnya terlalu dingin. Sungguh hari yang tidak tepat untuk melaut.

Peringatan yang diberikan mendadak sekali, dan pulau ini tidak seharusnya tenggelam.
Mengapa semua kesialan ini terjadi padanya? Mungkin dia bukan teman seperjalanan yang menyenangkan.

Situasi Kasih Sayang sudah sangat kepepet.
"Pesimisme, bolehkah aku menumpang perahumu?"
"Oh, Kasih Sayang, engkau terlalu baik untuk berlayar denganku. Sikapmu yang penuh perhatian bahkan menjadikanku merasa lebih bersalah dan tidak keruan.

Bayangkan, seandainya ada ombak besar yang menghantam perahu kita dan engkau tenggelam. Bagaimana menurutmu perasaanku jika itu terjadi? Tidak, aku tidak bisa mengajakmu."

Salah satu perahu yang dilihat terakhir kali meninggalkan pulau adalah Optimisme. Dia tidak percaya dengan segala omong kosong tentang bencana dan hal-hal buruk, yaitu bahwa pulau ini akan tenggelam. Seseorang akan mampu berbuat sesuatu dan sebelum pulau ini benar-benar tenggelam.

Kasih Sayang berteriak memanggilnya, tetapi Optimisme terlalu sibuk menatap kedepan dan memikirkan tujuan berikutnya sehingga dia tidak mendengar.

Kasih Sayang berteriak memanggilnya sekali lagi, tetapi bagi Optimisme tidak ada istilah menoleh kebelakang. Dia sudah meninggalkan masa lalu dibelakang, dan berlayar menuju masa depan.

Pada saat Kasih Sayang sudah nyaris putus asa, dia mendengar sebuah suara, "Ayo, naiklah keperahuku."
Kasih Sayang merasa begitu lelah dan letih sehingga dia meringkuk diatas perahu dan langsung tertidur.

Dia tertidur sepanjang perjalanan sampai nakhkoda kapal mengumumkan bahwa mereka telah sampai ditanah kering dan dia bisa turun.
Dia begitu berterimakasih dan gembira karena perjalanannya berjalan aman sehingga dia berterimakasih kepada sang nakhoda dengan hangat, kemudian meloncat kepantai.

Dia melambaikan tangannya ketika pelaut itu meneruskan perjalanannya. Baru pada saat itulah dia sadar kalau lupa menanyakan nama nakhoda itu.

Ketika dipantai dia bertemu dengan Pengetahuan dan bertanya,"Siapa tadi yang menolongku?"

"Itu tadi Waktu"jawab Pengetahuan.

"Waktu?" tanya Kasih Sayang,
"Mengapa hanya Waktu yang mau menolongku ketika semua orang tidak mau mengulurkan tangan?"

Pengetahuan tersenyum dan menjawab,"Sebab hanya Waktu yang mampu mengerti betapa hebatnya Kasih Sayang."

taken from http://www.lautanindonesia.com

Read More......

Rabu, 30 Desember 2009

Mawar


Seorang wanita sholehah bagaikan mawar yang mewakili cinta...
Mawar yang indah, wangi, penuh pesona...
Mawar yang Allah ciptakan lengkap dengan duri...
Untuk menjaga kesuciannya sehingga tak semua orang bisa memetiknya...
Ia selalu berusaha menjadi bunga terbaik dan terindah di kebun cintaNya...
~sahira~

Read More......

Orang Tua


Wahai anak, kini sudah saatnya kau yang menjadi orang tua untuk kedua orang tuamu...
Memanjakan dan merawat mereka dengan kasih sayang...

Ya Allah ya Rabbana...Kini senja membersamai langit usia mereka...
Renta membayangi tubuh mereka...

Aku mohon, bantu aku untuk selalu membahagiakan mereka...
Karena aku tak bisa berbuat apa-apa tanpaMu...

Cintai mereka dengan caraMu...
Maafkan khilafnya...

Jadikan kami anak-anak yang tau balas budi...
Anak-anak yang mampu menjadi amal jariyah bagi keduanya...Amin...

Sesaat setelah memandang wajah bapak dan mama dalam tidur pulasnya
~sahira~

Read More......

Rindu Sang Hujan


Hujan...
Turunmu melerai sepi
Panjang merintik dengan cinta...

Hujan..
Megah dengan kabut
Merona dengan dingin...

Hujan membawaku pada indah pelangi...
Hujan membawakanku angin sejuk untuk beristirahat dari penat...

Airnya yang berlimpah, dinginnya yang menyejukkan, dan kesegarannya yang menyenangkan, membawaku pada suasana yang benar-benar berbeda...

Berbeda saat aku merasa panas dan merindukan kesejukkan yang menyegarkan...
Karenanya aku selalu rindu sang hujan...

Biar hujan yang menuntun langkah kaki...
Menggapai asa hingga mampu mengurai cerita cinta tentangNya...

Biar hujan yang menuntun langkahmu menjemputku
Untukmu yang masih dalam tanda tanya ^_^
~sahira~

Read More......

Kamis, 17 Desember 2009

Meneliti Perjalanan Hati


Coba susuri kembali perjalanan kita, apa yang sudah kita tinggalkan...
Susuri setiap inci jalan yang kita lalui...
Adakah jejak indah itu sudah kita torehkan?

Orang-orang yang berjalan di jalan Allah selalu mampu bangkit saat kondisi sulit...
Ia yang terus berlari walau dalam perjalanannya banyak duri yang siap melukai diri...
Ia yang tak menyerah saat harus merasa kalah...
Karena baginya kalah adalah waktu untuk mengais hikmah..
Sahabat, mari kembali meneliti perjalanan hati...
Benarkah kita orang-orang yang berjalan di jalanNya?

Segala sesuatu di dunia ini pasti berawal dan pasti berakhir...
Jangan akhiri perjalanan...
Hingga Allah lah yang menghendaki kaki kita berhenti melangkah...
Yaa berhenti melangkah di pintu syurgaNya...

Untuk seorang sahabat di Kalimantan Barat
~sahira~

Read More......

Selasa, 08 Desember 2009

Bekerja Untuk DienNya


Ukhty, bukan da'wah namanya kalau tidak ada rintangnnya,
sekecil apapun rintangannya, pasti ada yang harus dikorbankan...

Allah akan melihat siapa yang bersungguh-sungguh,
diantara yang bersungguh-sungguh itu Allah akan melihat siapa yang rela berkorban,
diantara yang rela berkorban itu Allah akan melihat siapa yang istiqomah,
dan diantara yang istiqomah itu Allah akan melihat siapa yang hatinya ikhlas...

Tugas kita hanyalah kerja, kerja dan kerja...
yaa bekerja untuk DienNya...
~sahira~

Read More......

Tak Selamanya


Samarinda, 6 Desember 2009

Tak selamanya bintang dan bulan beriringan menghiasi malam...
Begitu juga kita, tak selamanya berjalan beriringan menghiasi bumi...
Hari ini waktu yang tepat untuk berpisah...

Kakakku, Selamat berjuang...
Bumi Allah yang lain menanti kerja-kerja da'wahmu...
Walau kelak raga ini tak bersua, saling mengingat dalam doa...
I Always love u coz Allah *_*

Kesendirian bukanlah sebuah keinginan tapi sebuah keadaan yang terkadang memang harus dijalani...
Perpisahan ini tak pernah indah untuk kurasa...

Sesaat setelah berpisah dengan kakakku...
~sahira~

Read More......

Jumat, 04 Desember 2009

Pilihan


Wahai diri...
Allah memberimu ujian justru pada titik terlemah...
Itu semua agar kau cukup kuat mengatasi kelemahanmu...

Jalan hidupmu adalah sebuah pilihan...
Terkadang keinginan akan suatu pilihan hidup tak berdamai dengan kesiapan untuk menjalaninya...
Karena itu, setiap pilihan hidup butuh pengetahuan...

Duhai pemilik nafasku...
Ini aku datang lagi...
Bersimpuh dihadapanMu...
Datang dan memohon dengan sangat...
Teguhkan pilihan hidupku ini...
Tangguhkan aku dijalanMu...
~sahira~

Read More......

Senin, 30 November 2009

Sahabat Luar Biasa


Sahabatku ini begitu luar biasa!

Alhamdulillah...

Sahabatku ini tidak pernah mendengki kepadaku.

Ia yang turut gembira kala aku bahagia.

Ia yang selalu membalas senyumanku dengan senyuman termanis.

Dan aku yakin sahabatku ini selalu menginginkan yang terbaik bagiku.

Masyaallah...

Ia bukanlah sahabat yang ada hanya dikala aku berjaya!

Ia adalah sahabat yang setia bahkan dimasa-masa tersulit dalam hidupku.

Begitu sabarnya sahabatku mendengarkan curahan hatiku.

Omelan-omelan remeh.

Keluhan-kesah ketidak-ikhlasan.

Jeritan-jeritan hatiku yang lemah.

Dengan lembut sahabatku menyeka tetesan air mataku.

Dan oh..

kuingat betapa hangat hatiku dalam pelukan sahabatku.

Bahkan di waktu aku berkubang dosa, sahabatku setia mendampingiku.

“dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Tiap kali aku terjatuh, sahabatku ini mengulurkan tangannya, menarik aku dengan perlahan dari keterpurukan.

Tiap kali aku lalai, sahabatku ini mengingatkanku.

Tiap kali aku berpaling, sahabatku ini tetap sabar menantiku.

Padahal...

Entah berapa puluh, ratus, ribu kali aku berpaling dan menjauh dari sahabatku.

Aku asik mengurusi hal-hal lain sehingga melupakan sahabatku.

Dan...

Astaghfirullah...

Tidak terbilang berapa kali aku melukai hati sahabatku.

Aku berprasangka buruk,

Aku acuh,

Aku sombong,

Aku lalai memenuhi kewajibanku.

Akan tetapi...

Sahabatku ini tetap saja sabar menghadapiku.

Sahabatku...

Kepada Engkau-lah kini aku akan selalu mengadu.

Jangan bosan ya!

Engkau tahu kan...

Betapa lemah hati ini.

Engkau tahu kan...

Betapa ringkih jasad ini.

Engkau tahu kan...

Ya! Engkau pasti tahu!

Karena Engkau-lah Yang Maha Mengetahui.

Ya Allah...

Rabb yang kucinta dan kurindukan...

Maafkan aku yang telah banyak berharap pada makhluk-Mu.

Padahal Engkau-lah yang membuat aku kuat.

Padahal Engkau-lah sebaik-baik pemberi pertolongan.

Ya Allah...Ya Rabbi...

Jangan Engkau biarkan hati ini kembali berpaling kepada selain-Mu.

By : Ukhty Nurdiansari

Yaa begitulah jerit hati sabahatku...
Ia tulis itu untukku dan untuk sahabatnya yang lain...
Tak terasa rintik-rintik air bening hadir di pelupuk mata...
Sungguh, aku mencintaimu karenaNya
~sahira~

Read More......

Senin, 23 November 2009

Tak Semua Bisa


"Tak semua BUNGA melambangkan CINTA tapi MAWAR bisa...
Tak semua BURUNG melambangkan KEDAMAIAN tapi MERPATI bisa...
Tak semua TANAMAN bisa bertahan tanpa AIR tapi KAKTUS bisa...
Tak semua SAHABAT bisa bertahan tapi ENGKAU bisa..."
(pesan singkat dari saudariku di kota Bontang)

Saat membaca pesan itu, pikiranku melayang ke saat-saat bersamanya
Saat kita bersama belajar menjadi baik
Saat kita bersama mengejar amalan orang-orang baik
Saat kita bersama belajar mengajarkan orang lain untuk menjadi baik
Saat ini aku merasakan betapa kebersamaan itu mahal harganya.

Sungguh perpisahan ini tidak pernah indah untuk kurasa
Sungguh jika aku bisa memilih, aku ingin kita selalu bersama

Ukhty, kini kita terpisah jarak dan waktu
Ingatlah tekad yang pernah kita azzamkan di dada
Ingatlah da'wah dimanapun kita berada...
Doaku selalu yang terbaik untukmu saudariku...

Ukhty, teman hanya akan menyapa dengan kata...
Sahabat akan menyapa dengan rasa...
Tapi ukhuwah akan menyapa dengan cinta...
Karena kau saudariku, maka kusapa engkau dengan cinta...
Uhibbukifillah....

Ukhty, saat tak semua bisa
Yakin dan berusahalah menjadi satu diantara yang bisa
~sahira~

Read More......

Minggu, 22 November 2009

HAMASAH...!!!


Teringat kembali aku akan nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang da'wah…

Memang seperti itu da'wah. Da'wah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.

Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang da'wah. Tentang umat yang kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Da'wah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban da'wah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Kalau iman dan syetan terus bertempur.
Pada akhirnya salah satunya harus mengalah.

In memoriam Ust. Rahmat Abdullah

Ikhwah fillah di bumi Allah...
Wahai yang berada di jalan da’wah...
Lelah bukan berarti kalah...
Walau kalah itu melelahkan...
Jangan kalah dengan lelah...
Allah memberi masalah agar kita terus bermujahadah...
HAMASAH !!!

~sahira~

Read More......

Jumat, 20 November 2009

Renovasi Ruang Hati


Merenovasi ruang-ruang hati...
Berharap renovasi itu bisa membuat ruang hati menjadi lebih nyaman...
Yaaa nyaman digunakan untuk mengeja cintaMu...

Ya Rabb, betapa hamba ini kurang ilmu...
Hingga sekarang hanya mampu mengeja cintaMu...
Hamba bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa...

Hanya seonggok daging yang ditiupkan ruh olehMu...
Semoga lisan hina ini terus mengalirkan madu dzikir...
Semoga lisan hina ini terus mengalirkan wangi syukur atas RahmatMu...Amin

HambaMu yang dhoif
~sahira~

Read More......

Aku Bisa Bangkit


Alhamdulillah...
Aku masih bisa bangkit meneruskan perjalanan...
Meski aku tahu, kini aku jauh tertinggal...

Aku belum bisa menjadi yang terbaik...
Tapi aku masih bisa berharap untuk menjadi baik...
Karena aku masih bersama orang-orang baik...
Bahkan mereka ada di depanku, orang-orang terbaik itu...

Ya Rabb, cintai mereka, yang mencintaiku karenaMu...
Untukmu sahabat-sahabat perjuangan...
Uhibbukum Fillah, Lillah...

Saat berdialog dengan diri
~sahira~

Read More......

Wanita Sholehah


Wanita sholehah berpegang teguh dengan Al-Qur'an yang suci
Mengikuti Sunnah Nabinya
Berjalan di kehidupan ini dengan cahaya
Bergerak menghiasi bumi dengan hati nurani

Wanita sholehah tersenyum dalam kesusahan
Melalui do'a mendapat kekuatan
Melalui istighfar menenangkan hati
Melalui sholat yang khusyu mendidik diri

Baginya sabar itu indah
Baginya susah itu tarbiyah

Dia mengharapkan keridhaan Allah
Dia sadar siapa sebenarnya dirinya
Dia sukses meraih syurgaNya
Subhanallah...

Saat belajar menjadi sebaik-baiknya perhiasan dunia
~sahira~

Read More......

Cinta Sang Mujahidah


Mujahidah menghiasi bumi dengan gerak-gerak cinta dan kebaikan...
Cinta itu bergerak dengan sendirinya...

Ia selalu menampakkan diri walau tanpa berucap...
Walau tanpa diperhatikan...

Yaa begitulah gerak-gerak cinta sang mujahidah...
Gerak cinta untuk Rabbnya...

Yang bermujahadah menjadi mujahidah
~sahira~

Read More......

Rabu, 18 November 2009

Ukhuwah


Tiada untaian kata seindah
Kata ukhuwah…
Dalam sebuah jalinan persaudaraan Islam…
Jalinan yang abadi di sisi Allah
Berawal dari sebuah perkenalan…

Semai, tumbuh, mekar
Berbatang serta berdahan
Berhiaskan ranting dan rerimbun dedaunan
Berbuahkan cinta karena Allah

Rasulullah mengajarkan tentang arti kata cinta
Arti kata cinta yang harus diungkapkan
Pada sahabat adalah saudara…
Dengan kata-kata yang indah
Seindah apa yang terpendam dikalbu…

Ya Allah…
Kuatkanlah serta eratkanlah
Agar cinta berbuahkan payung-payung
Perlindungan di hari kiamat
Di hari tiada naungan kecuali denganMu!!
Ya Rabbi…Kunantikan janjiMu..

Tarbiyah, da’wah, dan ukhuwah.
Subhanallah, itulah proses hidup yang indah…
Ya Rabb, aku takut jika tak lagi bersama dakwah.

Aku takut jika tak lagi berada dalam jamaah.
Aku takut jika tak lagi merasakan indahnya ukhuwah.

Saudaraku, maafkan jika selama ini aku banyak salah.
Uhibbukumfillah... ^_^

Saat belajar memaknai ukhuwah
Ditemani alunan lagu brothers “untukmu teman”
~sahira~

Read More......

Adikku


Adikku…Kau bertanya mengapa sedih itu ada???
Yaa itulah cara Allah mengingatkan kita untuk selalu mendekat padaNya
Kesedihan merupakan kata kunci bahwa ada ruang yang tak bisa kita masuki
Untuk mencapai apa yang kita inginkan kecuali dengan bantuan dariNya.

Adikku…Kau bertanya apa itu istiqomah???
Istiqomah adalah semangat di tengah-tengah kelesuan.
Istiqomah adalah optimis di tengah kondisi yang tak menguntungkan.
Istiqomah adalah ketenangan di tengah hiruk pikuk kepanikan.
Istiqomah adalah tegar di tengah terjalnya ujian.
Istiqomah adalah senyuman di tengah kesedihan.
Istiqomah adalah husnudzon kepada Allah atas segala kejadian.
Istiqomah di manapun berada!

Adikku…Kau bertanya mengapa ukhuwah ini kelabu???
Semangat itu tak mesti berwarna merah...
Seperti cinta dan sayang yang tak mesti berwarna pink..
Tapi semua itu tak berarti apa-apa dibandingkan ukhuwah kita yang berjuta warna....
Meski warna-warninya terkadang kelabu...
Tapi apapun warnanya itu tetap cinta...

Adikku…Kau bertanya mengapa harus menjaga hati???
Hati itu panglima, panglima itu berkuasa.
Bisa memerintah apa saja.
Baik dan buruk ditangannya.
Berjaya siapa saja yang bisa menaklukkannya.
Hati juga cermin, cermin mudah retak.
Yang bisa merawatnya, cerminnya memantul indah.
Yang mengabaikannya, cerminnya memburam asa.
Jika sekejap padam dalam hati maka seribu maksiat yang terjadi.
Jika seberkas sinar menerangi hati maka sejuta amal mewujud suci.

Adikku…Kau bertanya mengapa kerja-kerjamu tidak diperhatikan???
Pejuang da'wah itu ibarat angin...
Angin yang meski ia tidak terlihat namun ia selalu dapat dirasakan...
Tetap memberikan kesejukan walaupun setelahnya dilupakan...
Begitulah angin, walau bagaimanapun kondisinya ia akan tetap berhembus...

Adikku…Kau bertanya mengapa ada rasa takut menjadi seorang Murobbiyah???
Bukankah pelaku da’wah senantiasa mempelajari ilmu Allah
Bukankah pelaku da’wah senantiasa mengajarkan ilmu Allah
Bukankah kita belajar dengan mengajar
Bukankah kita terbina dengan membina

Adikku…Kau bertanya sampai kapan kita berjuang???
Teruslah berjuang hingga ke akhirnya
Hingga terjawab mengapa perjuangan ini pahit
Karena cinta Allah itu manis
Hingga kita bisa beristirahat
Karena tempat istirahat itu bukan disini tapi disana, disisiNya

Disuatu sore sesaat setelah bertemu beberapa akhwat
Sekedar mengumpulkan sajak-sajak yang berhamburan

Adikku, doaku akan selalu ada untukmu…
Ya Rabb, ku titipkan rindu ini padaMu…
Jaga mereka karena penjagaanku ini lemah…
Cintai mereka karena cintaku ini tak seberapa…

Dari seorang akhwat yang mencintaimu…
~sahira~

Read More......