
Kota Tepian, 30 Januari 2010
Pagi itu langit Samarinda indah sekali, cuacanya sejuk…Namun cuaca di luar sana tak sama dengan cuaca di langit hatiku…Yaa, aku mulai lelah…Mulai jenuh…Ah sudahlah tak ingin aku tuliskan disini mengapa aku lelah…Jenuh… >_<
Dan seperti biasa, aku selalu “menjenguk kata” untuk meluapkan cintaku…Dan jadilah aku menulis sebuah tulisan, judulnya “Karena Allah, Aku Kuat”…Bagi yang belum sempat baca, semoga berkenan membacanya…. ^_^ Yaa berusaha menemukan inspirasi meski saat aku lelah dalam da’wah…Sekedar berikhtiar mengingatkan diri dan sahabat yang lain…Hingga aku mulai merasa lebih baik ketimbang beberapa hari kemarin…Dan begitulah, aku selalu mencoba membangkitkan lagi semangat juangku…
Aku selalu publikasikan tulisan-tulisanku di blog pribadiku, di note facebook (selanjutnya akan disingkat FB), dan beberapa juga aku publish di sebuah majalah digital…Termasuk tulisanku “Karena Allah, Aku Kuat” pun aku publikasikan lewat media-media itu…
Ternyata tulisan itu pula yang menjadi awal perjalananku memaknai sebuah kata “ikhlas”….hmmm….Lanjut ya bacanya…. ^_^
Masih di hari yang sama, namun sang raja siang sudah tak lagi malu-malu menampakkan dirinya…Yaa sudah sangat siang…Hari yang terik…Aku online-kan lagi akun FB ku, ternyata komentar demi komentar masuk dan mulai memenuhi notifikasi FBku untuk tulisan itu…hingga satu orang sahabatku, Tiny Bear (lucu juga ya namanya, jadi inget beruang, untuk yang punya nama, maap ya…becanda doang ukhty wkwkwk :p), ia ikut memenuhi notifikasi FB meski ia tak berkomentar, sekedar nangkringin jempol imutnya (cuman nge-like doang) hehehe…
Tak lama masuk lagi sebuah usulan teman darinya…Ia usulkan aku untuk berteman dengan seseorang, sebut saja namanya Bunda Fulan…Begitu aku lihat profil bunda, ”wah penulis…senengnya kalo bisa temenan dengan penulis” gumamku dalam hati…tanpa pikir panjang, aku add saja…
Meski aku belum di konfirmasi sebagai teman di FB beliau, aku masih bisa membaca kiriman-kiriman yang ada di wall FB bunda…Terus aku baca tulisan-tulisan beliau hingga aku menemukan satu nama di FB bunda, yaa aku dapat nama Fulan…Fulan itu anak bunda Fulan (jiaaahhhh kok kata-kataku jadi ribet gini ya, hehehehe tak apalah ribet dikit, hanya ingin menjaga privasi mereka ^_^)
Ternyata Fulan juga hobi menulis, ia suka berpuisi…Yaa aku tau itu dari status-statusnya yang puitis…Makin tertarik aku untuk berteman dengan mereka berdua (Fulan dan Bunda Fulan)…
Beberapa menit kemudian secara tidak sengaja aku membaca note yang baru saja di publish Fulan, awalnya aku hanya baca sekilas notenya…Tapi lama-lama, aku perhatikan…”Wadow, ini kan tulisanku” gumamku dalam hati…aku ulang membaca note itu, ku baca huruf demi huruf…kata per kata, bahkan titik komanya pun aku lihat…”oalah bener dah…ini tulisanku…” kataku terkejut, mataku terbelalak dan mulutku manyun >_< Aku seperti orang yang kebakaran jenggot (lebay dah niy…mana ada akhwat yang berjenggot….hehehehe)…Yaaa Fulan tak menuliskan namaku di akhir tulisan sebagai nama penulisnya…
“Ah, mungkin dia lupa menuliskan namaku, mungkin waktu dia CoPas, namaku tertinggal jadi dia ga sengaja melakukannya” gumamku dalam hati mencoba untuk tetap berprasangka baik…Lalu aku konfirmasi hal ini pada Fulan, aku kirim pesan ke inbox FBnya…
“Salam kenal....Fulan yang saya hormati....maaf sebelumnya, sekedar bertanya dan konfirmasi...note yang anda publish di FB (judulnya **************)....itu karya saya....saya mohon jika anda mempublikasikan, untuk tetap menuliskan itu karya siapa....anda mengcopy tulisan saya dari www.********.com???maaf...mohon untuk dikonfirmasi....” begitu isi pesan yang aku kirim ke inbox FBnya…lalu ia jawab “kelupaan nona, entar aku ganti mau tak links kesana hehehehe…. saya minta maaf atas kesalahan ini. terima kasih perhatiannya sudah aku delete… saya sangat mengena sekali setelah baca itu. aku ambil baru aja nongol, belum saya selesai tulis. eh ....salah deh banyak kurangnya…saya suka itu…puisi mba….silahkan…. maaf sekali lagi” Begitu kata Fulan…
Ternyata benar dugaanku, dia hanya lupa mencantumkan namaku karena dia mungkin terburu-buru…Tapi aku sempat bingung juga, kenapa harus dia delete note itu, kan cukup dengan mengedit note itu dan mencantumkan namaku…Ah, sudahlah, aku ga mau ambil pusing memikirkan itu…
Aku lanjutkan aktivitasku menjelajahi FB, menyapa sahabat2ku…Sahabat yang aku temui karena si “maya”…Hebat yaa si maya, karena dia aku bisa punya sahabat…Meski terpisah jarak dan waktu, mereka tetap terasa dekat…Salut…Salut buat si “maya”…Yang namanya maya jangan GR yow…. Hehehe ^_^
Cukup lama aku silaturahim dengan sahabat2 mayaku, lalu tiba2 aku teringat sesuatu…”kok Fulan belum konfirmasi permintaan pertemananku ya???tadi dia balas pesan inbox ku brarti dia online kan??ah mungkin dia ga nyadar kalo aku add dia” begitu fikirku sambil membuka lagi profil FB Fulan…
Aku baca status FB Fulan yang terbaru…”Permohonan maaf kepada seluruh teman, saya delete catatan hatiku.. tentang puisi **************... ada kesalahan mohon maaf..”begitu isi status Fulan, dengan cepat status itu mendapat respon dari teman2nya (maklum temannya ribuan, jadi dalam hitungan menit sudah banyak yang komentar), salah satu komentar, ada yang bertanya “knapa kok dihapus? lalu di jawab oleh Fulan “kurang bagus”…lantas ada temannya yang lain berkomentar ”kata siapa?bagus kok…” Lalu di jawab lagi oleh Fulan “mau di publikasikan di majalah dulu”… (status Fulan saya kutip, saya copy langsung dari wall FBnya…
Lagi-lagi aku terkejut membaca status dan komentar2 yang ada di FB Fulan…MasyaAllah, Fulan tidak jujur dengan teman2nya…Ia tidak menjelaskan pada teman2nya dimana letak kesalahan note itu…Ia masih mengakui bahwa note itu karyanya…Padahal denganku, ia berkata hal yang berbeda…Ia bilang puisi itu bagus…
Aku coba hubungi Tiny Bear, karena hanya dia teman FBku yang berteman dengan Fulan… Aku ceritakan kronologis peristiwanya pada Tiny Bear…Aku minta tolong padanya untuk berkomentar di status Fulan dan mengkonfirmasi hal ini pada teman-teman FB Fulan…Tiny Bear membantu aku dengan berkomentar di status itu, yaa walau memang komentarnya tidak secara terang-terangan namun maknanya cukup tersirat dan jelas maksudnya…Dan yang membuat aku makin es mosi…emosi jiwa dengan sangat >_< adaaallllaaah komentar Tiny Bear dihapusssss…Dan karena aku tidak berteman dengan Fulan, aku tak bisa berbuat apa2 selain mengirim pesan lagi ke Fulan…
“Fulan yang baik....saya sangat menghargai bahwa Fulan mau mengakui kesalahan....tapi kenapa anda tidak mengakui tulisan saya itu sebagai karya saya???anda tulis di status FB, bahwa note itu di hapus karena ada kesalahan tapi anda tidak memperjelas apa kesalahannya bahkan anda bilang ke teman2 anda bahwa puisi saya "kurang bagus" dan akan di publikasikan di majalah dulu....sementara di inbox ini anda bilang bahwa anda suka puisi saya itu artinya puisi saya bagus menurut anda...Anda tidak mengkonfirmasi kesalahan itu sementara teman2 FB anda mengetahui bahwa itu karya anda padahal sebenarnya bukan....ini yang saya kurang bisa menerima....komentar Tiny Bear di status yang mengkonfirmasi hal itu juga anda hapus???? saya merasa tidak anda hargai...saya berharap bisa di selesaikan dengan baik2....” Begitu isi pesan yang aku kirim ke Fulan…Aku mencoba mengendalikan diri…Aku merasa harus menuntut hakku (belakangan baru aku sadar bahwa ada sesuatu yang kurang benar dengan pesanku ini, hmmm mau tau apa yang ku rasa kurang benar???makanya baca tulisan ini ampe habis yaaaaa…. ^_^)
Fulan menjawab pesanku dengan menulis status di FBnya…Dia bilang bukan dia yang menghapus komentar Tiny Bear, mungkin ada orang lain yang menghapusnya karena ada beberapa orang lain yang tau password FB Fulan…Aku ingin mempercayai perkataannya, tapi sungguh berat sekali untuk percaya padanya…Astaghfirullah…
Hari semakin sore aku coba untuk menenangkan diri…Meredam emosi yang harus hadir karena Fulan…Tak lama kemudian…HPku bernyanyi, masuk sebuah sms di HPku…”salamu’alaykum…lagi apa de?” pesan dari kakakku…Lalu aku balas pesannya “lagi BETE, lagi seebbbbeeellll tingkat tinggi…Sebel sama orang yang ade sendiri ga tau dia siapa…Makanya cuman bisa istighfar…hiks..hiks…” Tak lama, kakakku telepon…Aku tau dia pasti tidak puas dengan jawabanku yang sekenanya saja…
Aku terima teleponnya, aku ceritakan semua perasaanku (biasalah curhat euy, hehehe ^_^)…Kakak dengan sabar mendengarkan aku ngedumel…Lalu ia bilang “ade, memang begitu jika mempublikasikan tulisan di dunia maya, itu sudah resiko…Masih mending orang itu mau CoPas tulisan2 yang bermanfaat…Coba kalo dia CoPas tulisan yang ga bener…Malah lebih ga baek kan…” Begitu jawaban kakakku di ujung telepon…Aku terdiam…”iya bener juga kata2 kakakku” gumamku dalam hati…Lalu aku bilang padanya “trus, ade mesti gimana dong, masa diem aja?aku cuma menuntut hakku kan kak…” gerutuku karena membela diri…Tak lama kakak bicara lagi “ya sudah, ade buat tulisan aja lagi, ade protesnya dengan buat tulisan lagi tentang kejadian ini…ya sudah ya de, salamu’alaykum ” begitu kata kakakku sambil menutup teleponnya…
Sang raja siang mulai beranjak dari peraduannya…Sudah mulai senja…bagiku senja hari ini, senja yang kelabu….huffffttt >_<
Senja berganti malam…Malam yang gelap (ya iyalah malam itu gelap, gimana siy sahira *kalimat yang mungkin ada di benak pembaca tulisan ini….hehehe)…
Yaa aku masih merasa penat karena kejadian sore ini…Aku teringat pesan kakakku di telepon tadi, yaa lebih baik aku menulis…Maka jreng…jreng…jreng…Jadilah tulisanku yang berjudul “Wahai Sang Pecinta Kata”…Bagi yang belom sempat baca, silahkan di baca (hehe promosi ^_^)…
Aku coba meluapkan semua perasaan di tulisan itu…Berusaha mencari analogi yang santun namun tetap tak mengurangi makna dan maksud tulisannya…Namun jujur, aku merasa ada yang kurang benar dengan tulisanku itu…Entah, aku belum menemukan jawaban mengapa aku merasa seperti itu (yaaa lagi-lagi belakangan baru aku menyadarinya…)
Kembali aku menjelajahi FB, aku buka home page FBku…Tiba-tiba aku membaca status seorang sahabatku akhy havabe, dia menulis "semoga suatu saat, keimanan inilah yang akan menjawabnya dan bukan yang lainnya..amin" Rabb..berkahi kami atas segala sesuatu yang telah tertulis di lauhul mahfudzmu..kami mencintaiMu selalu.” Aku suka dengan statusnya, maka aku tinggalkan jempolku di status itu…
Tak lama masuk notifikasi bahwa akhy havabe berkomentar di statusnya sendiri…Aku buka notifikasi itu…Ternyata dia menulis “Jika ada suatu kebaikan maka cukuplah tersampaikan dan kembali kepada Yang Maha memberi kebaikan. Alhamdulillahirabbilalamin”…MasyaAllah…serasa di tampar wajahku membaca itu…Aku mulai menemukan jawaban mengapa aku merasa ada yang kurang benar dengan tulisanku yang judulnya “Wahai Sang Pecinta Kata”…
Aku terdiam…Aku tak bisa berkata-kata lagi…Aku hanya merasa lelah…Lelah sekali…Aku ingin istirahat…Aku matikan laptopku dan mencoba memejamkan mata…Sungguh tidurku malam itu tak bisa nyenyak…Aku masih teringat pesan yang di tulis akhy havabe di statusnya…Dan dengan perjuangan panjang, akhirnya aku terlelap juga…
Kota Tepian, 1 Februari 2010
Usai sholat subuh, aku tilawah…mencoba menenangkan diri…menghilangkan kerisauan hati…Pagi harinya aku bermaksud menelpon seorang sahabatku, sebut saja namanya mba Yun…Yaa dia temanku di kantor dulu, meski sekarang sudah tidak bekerja di tempat yang sama, namun silaturahim kita masih sangat baik…
Aku memang buat janji dengan mba Yun, mau jalan2 berdua (romantis euy, uhuy….hehehe ^_^)…Aku telpon mba Yun, tak lama ada suara yang terdengar di seberang sana “assalamu’alaikum…” sebuah suara lembut terdengar di telingaku…lalu aku jawab “wa’alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh…mbaaa….jadi ga kita jalan hari ini???” kataku dengan sangat bersemangat…dan di jawab oleh mba Yun “wah, maap de, mba lagi kurang sehat de, besok aja ya…semoga besok mba udah baikan…” kata mba Yun, menolak ajakanku dengan halus…
”ya deh mba, gapapa…hmmm….mbaaa, aku mau cerita…bla…bla…bla…” aku ceritakan semua gundah hatiku padanya…aku ceritakan semua kejadian yang aku alami kemarin hingga semalam aku tidur dengan tidak nyenyak, termasuk latar belakang kenapa aku tulis note “Wahai Sang Pecinta Kata” hingga rasa bersalahku yang hadir setelah baca status akhy havabe…Aku memang biasa curhat dengan mba Yun…Dia sudah seperti kakakku…
Dengan sabar mba Yun mendengarkan aku mengoceh…Saat aku terdiam, mungkin mba Yun merasa baru dapat jeda waktu untuk bisa bicara (hehehe…maklumlah klo aku udah ngomong, sering susah untuk di “rem”…wkwkwkwk ^_^), mba Yun bilang “yaaa seperti orang yang kecopetan de, kalo ada barang kita yang tiba-tiba di ambil orang lain…mungkin kita bisa saja berteriak “ada copetttt….” Tapi ketika kita sudah berteriak dan barang kita tak juga kembali, lantas kita bisa berbuat apa selain mengikhlaskan…Apa siy yang ga bisa Allah ambil dari kita???Toh kita memang ga punya apa2…” Begitu kurang lebih percakapanku dengan mba Yun (untuk mba Yun, wah aku ga terlalu ingat kita udah ngomong apa aja ya mba, yang aku tulis di sini cuman intinya aja…hehehe…)
MasyaAllah…Lagi-lagi hatiku bergetar setelah mendengar mba Yun bicara…Getaran yang sama, hal yang sama seperti yang aku rasa semalam setelah baca status akhy havabe…
Sesaat setelah aku menyudahi obrolanku dengan mba Yun, lantas iseng saja aku buka folder message di HPku…entah kenapa, ada satu pesan yang tiba-tiba sudah terbuka, dan aku baca “Setiap detik yang kita lewati, berbeda tingkat kesulitan perjuangannya..Maka sangat mungkin dalam setiap detik itu, niat kita dalam beramal mulai tidak benar dan bersih lagi..Berdoalah, semoga Allah menambah kekuatan di tiap ujianNya yang selalu berulang…Semangat!!” begitu isi pesannya…
Pesan ini sudah lama di kirimkan oleh sahabatku, Langit Rindu…Dan memang masih aku simpan…Lagi-lagi aku harus terkejut setelah membaca pesan ini…Dua hari ini aku lalui dengan begitu banyak kejutan…Untung aku ga sakit jantung, klo iya…wah gaswat urusannya….hehehe ^_^
Ya Rabb, kini aku sadar…Aku sadar mengapa aku merasa ada yang kurang benar dengan pesan yang aku kirim pada Fulan, aku pun sadar mengapa aku merasa ada yang kurang benar dengan tulisanku “Wahai Sang Pecinta Kata”… Meski logika ku mengatakan tulisan ini bagus (karena aku hanya menuntut hakku)…Meski tulisan itu menggunakan analogi yang santun, namun hati kecilku bilang bahwa ada yang kurang benar…dan aku tersadar bahwa tulisan itu juga penuh keangkuhan…
Yaa kurang benar karena penuh keangkuhan…Aku buat hanya karena aku ingin dihargai di mata manusia…Hanya karena ingin di puji oleh manusia…Astaghfirullah…Maafkan aku ya Allah…Aku terlupa…Aku khilaf…
Aku gundah…Aku resah… Terus aku renungi semuanya… Hingga aku dapat jawabannya…Yaa itu semua karena aku belum ikhlas…Belum benar-benar berbuat untukNya…Irhamna ya Rabb… *_*
Aku merenung, mencoba mengingat semua kejadian ini dari awal…Lalu aku pun coba mengingat kembali satu per satu peristiwa ini…Ada beberapa hal yang di luar nalarku, namun sungguh disinilah Allah menunjukkan kebesaranNya :
pertama, konflikku dengan Fulan, secara tidak sengaja aku temui Fulan yang mengakui tulisanku sebagai tulisannya…Jika aku fikir lebih dalam lagi, dunia maya ini luas, tapi mengapa tiba-tiba aku bisa bertemu Fulan???Apa yang tidak bisa jika Allah berkehendak…Subhanallah…
kedua, respon kakakku yang bilang “ade, memang begitu jika mempublikasikan tulisan di dunia maya, itu sudah resiko…Masih mending orang itu mau CoPas tulisan2 yang bermanfaat…Coba kalo dia CoPas tulisan yang ga bener…Malah lebih ga baek kan…” kalimat yang sempat aku benarkan dalam hati dan mulai membuat aku gundah…
ketiga, meskipun aku sudah meluapkan perasaanku lewat tulisan “Wahai Sang Pecinta Kata”, tetap saja aku merasa belum tenang, masih gundah…Hal yang tidak seperti biasanya, dimana aku selalu damai setelah curhat lewat tulisan…Hal ini yang sempat aku rasa…Dan ternyata dengan rasa gundah itu, Allah ingin aku membaca lagi apa yang sudah aku tulis, hingga aku temui jawabannya…
keempat, mengapa diantara ribuan teman2ku di FB, tiba-tiba aku membaca status akhy havabe???peluang yang sangat kecil aku bisa membaca statusnya diantara ribuan teman2ku yang rajin mengupdate status mereka, yaaa kecuali memang aku sengajakan untuk membuka wall FBnya…Tapi malam itu aku tidak sengaja membaca statusnya…Allah yang menjadikan aku membaca status itu, menyukai status itu, hingga aku membaca pesan akhy havabe “Jika ada suatu kebaikan maka cukuplah tersampaikan dan kembali kepada Yang Maha memberi kebaikan. Alhamdulillahirabbilalamin”
kelima, percakapanku dengan mba Yun di telepon… “yaaa seperti orang yang kecopetan de, kalo ada barang kita yang tiba-tiba di ambil orang lain…mungkin kita bisa saja berteriak “ada copetttt….” Tapi ketika kita sudah berteriak dan barang kita tak juga kembali, lantas kita bisa berbuat apa selain mengikhlaskan…Apa siy yang ga bisa Allah ambil dari kita???Toh kita memang ga punya apa2…” Aku jadi teringat kata2 yang aku rangkai dalam tulisan “Wahai Sang Pecinta Kata”…Di tulisan itu aku menyebut seorang penulis sebagai sang pecinta kata, dan ku ibaratkan sang pecinta kata sebagai bunda…tulisan hasil karya seorang penulis ku ibaratkan sebagai “anak-anak kata” yang lahir dari rahim imaji penulis, lahir dari rahim imaji bunda…Lantas adakah seorang bunda di dunia ini, yang bisa mencegah ketika anaknya ingin di ambil oleh Allah???Karena memang tak ada yang aku punya di dunia ini…MasyaAllah…Maafkan semua khilafku…Irhamna Ya Rabb *_*
keenam, mengapa tiba2 pesan dari Langit Rindu yang terbaca??? ”Setiap detik yang kita lewati, berbeda tingkat kesulitan perjuangannya..Maka sangat mungkin dalam setiap detik itu, niat kita dalam beramal mulai tidak benar dan bersih lagi..Berdoalah, semoga Allah menambah kekuatan di tiap ujianNya yang selalu berulang…Semangat!!” Mengapa pesan itu yang terbaca padahal banyak pesan yang tersimpan di folder yang sama…Lagi-lagi Allah yang menjadikan aku membaca pesan itu…
Yaa inilah skenario Allah…Ini semua bukan kebetulan, namun sudah Allah tetapkan sebagai perjalanan yang harus aku lalui…Perjalanan yang aku lalui dengan langkah yang tertatih hingga aku mampu untuk memaknai arti sebuah kata “ikhlas”…Alhamdulillah aku bisa memaknai arti kata “ikhlas” meski aku membacanya dengan mengeja dan sangat terbata…
Dan aku berfikir bahwa aku harus berhenti sejenak, merenung, dan memaknai semuanya lebih dalam…Maka jadilah satu lagi tulisanku, yang judulnya “Berhenti SejenaK” (yang belum sempat baca, silahkan baca…wah promosi lagi niy…hehehe)
Kota Tepian, 2 Februari 2010
Aku teringat firman Allah “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-‘Ankabut : 2)
Semua kejadian ini berawal dari tulisanku “Karena Allah, Aku Kuat”…Ternyata Allah benar-benar mengujiku, Allah menguji seberapa besar kekuatan imanku, dan apakah kata-kata yang terangkai dalam semua tulisanku sudah benar-benar aku buktikan dengan perbuatanku…MasyaAllah…Irhamna Ya Rabb…
Aku bangun di sepertiga malam…Aku berkhalwat dengan Kekasihku…Aku benar-benar rindu padaNya…Hanya padaNya ku labuhkan semua harap…Usai sholat, aku berdoa :
“Ya Allah, Saat imanku lunglai untuk berkata-kata..Munajatku mulai hilang air matanya..Dengan penuh susah payah..Ku gagahi jua langkah lemah ini..Mungkin niatku belum cukup bulat karenaMu..Mungkin hatiku masih bercabang dalam beramal karenaMu..Ya Allah, luruskanlah, ampunilah, dan ridhailah..Suburkan cintaku padaMu..Karuniakan kepadaku..., sekeping hati yang kuat..Agar ia terus hidup dengan cahayaMu...Selamanya...” Kali ini airmataku menyatu dengan airmata langit…Yaa hujan turun di luar sana…Waktu yang mustajab untuk berdoa…Ya Rabb, Kabulkan doaku… Amin…
Begitulah…Menjelang pagi, sesaat setelah aku bermunajat padaNya…Tenang rasa hatiku…Hanyut semua kegelisahanku…Aku kembali teringat firman Allah "Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)…..” (QS. Al-Fath : 4)
Subhanallah… Ya Allah, terima kasih untuk karunia Iman yang masih Kau izinkan bersemi di kebun hatiku… Alhamdulillah…
Aku songsong pagi yang indah…Indah karena begitu aku keluar rumah, ku lihat hujan yang menyapaku…Sejuk…Sejuk sekali…Sesejuk hatiku kini…
Menjelang siang, aku janji bertemu mba Yun… Menghabiskan waktu bersama dari siang hingga petang menjelang…Sungguh ini hari yang indah… ^_^
Sahabat, aku uraikan kisah ini untuk kita semua… Seperti kata-kata yang pernah aku baca “Sesungguhnya hati akan bosan sebagaimana tubuh akan lelah. Maka hiburlah dia dengan hiburan yang mengandung hikmah… “ Yaa semoga kisah nyata ini bisa menghibur hati kita dengan semua hikmahnya yang berserak…Amin…
Kejadian ini berawal dari tulisan “Karena Allah, Aku Kuat” dan juga berakhir dengan kesimpulan yang sama “Karena Allah, Aku Kuat”…
Dan aku ingin tulis sebuah untaian kata yang benar-benar indah menurutku…Untaian kata dari sahabatku, ukhty Ayu “Semoga setiap kata yg terangkai indah, menjadi goresan bermakna untuk semua…Penyejuk jiwa, pengingat diri akan RabbNya…Kadang "Kata" menjadi ujian bagi perangkai kata...Renungkanlah…Bagaimana agar kata yang terangkai menjadi bermakna agar kata tak sekedar kata…Bagaimana agar kata tak lantas membuat jiwa terlena pada pujian manusia, hingga terlupa dengan Sang pemilik kata Yang Maha Kaya…Yah, begitulah kadang bait2 kata yang tertulis menjadi ujian keikhlasan kita…Semoga kita semua pecinta kata mampu memaknai setiap bait-bait kata yg tertulis agar kata tak sekedar goresan tanpa makna, karena ruh kata ada pada Sang pemilik kata.”
Ya Rabb, jadikan setiap kata yang selama ini sudah aku rangkai, menjadi bermakna di hati mereka yang membacanya…Jadikan setiap kata itu mempunyai ruh yang menggetarkan jiwa-jiwa yang membacanya, menjadi pengingat hati akan kebesaranMu…Ya Rabb, maafkan khilafku…Aku terlalu kerdil jika harus berhadapan denganMu…Irhamna Ya Rabb *_*
Begitu banyak rangkaian peristiwa yang aku alami pekan ini... Subhanallah, sungguh indah skenario cintaMu untukku…Ya Rabb, masih terbata aku mengeja skenario cintaMu...Meski begitu aku tak kan berhenti belajar... Hingga aku bisa menjadi aktris terbaik di mataMu...Hingga saat itu tiba aku bisa bertemu denganMu, Sang Sutradara Kehidupan...Aku mencintaiMu selalu... ~sahira~ ^_^
NB :
@Tiny Bear : ini tulisan yang mba janjikan de, Alhamdulillah…Akhirnya selesai juga ^_^
@Fulan : Aku sudah mengikhlaskan semuanya…Semoga ini pertama dan terakhir kalinya kejadian ini terjadi padamu dan tak perlu berulang…Maaf untuk khilafku ^_^
@Kakak : Syukron ya kak….Thanks for everything… ^_^
@Akhy havabe : afwan, nama vabe aku cantumkan disini…dan belum izin pula…sebenarnya pengen izin tapi bingung jelasinnya, dan panjang banget jika harus aku ceritakan bagaimana kronologisnya…liat aja tulisan ini aja udah panjang…semoga di maafkan, khilaf yang aku sengaja ini…hehehe ^_^
@Mba Yun : Terima kasih sudah mau melanglang buana bersamaku…Menghabiskan waktu bersama dari siang hingga petang menjelang…Sungguh hari yang indah…dan untuk Brother Kiki, terima kasih sudah mengizinkan aku “menculik” istri tercintamu seharian…wkwkwkwk ^_^
@Langit Rindu : syukron untuk sms2 taujih yang selalu anty kirim untukku…titip salam untuk eka dan tati ya…kangen chating bareng kalian semua ^_^
@ukhty Ayu : Jazakillah ya ukhty…Terima kasih sudah mau mengingatkanku…Aku mencintaimu karenaNya ^_^
@semua yang sempat bertanya : Semoga tulisan ini menjawab semua pertanyaan kalian...Mengapa aku tulis note "Wahai Sang Pecinta Kata" dan note "Berhenti Sejenak" ^_^
Minggu, 07 Februari 2010
Mengeja Skenario CintaMu
Jumat, 05 Februari 2010
Aku Mencintaimu KarenaNya

Samarinda, 3 Februari 2010
Ba’da Isya…Aku sedang asyik di depan laptopku, menjelajahi dunia maya…Tak lama tiba-tiba HPku bernyanyi “kata-kata cinta terucap indah, mengalir berdzikir di kidung doaku…………….” Yaa memang lagu muhasabah cinta edcoustic yang jadi ringtone HPku…Belum selesai HPku bernyanyi, lantas aku sergap saja dia dan segera memencet tombol-tombolnya…Tak bermaksud agar ia cepat berhenti bernyanyi, tapi hanya ingin segera membaca sms yang masuk…
One new message received, tulisan itu yang terpampang di layar HPku…Ku baca pesan, wah ternyata dari seorang adikku, “Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..mba, gmanaa kabarnya?lama ga lihat mba...ibu shat2 aja kan mb?kangen juga sama ibunya mba….Fulanah” (hmmm sengaja namanya aku samarkan disini, khawatir ntar dia terkenal, hehehe ^_^) Begitu pesan singkat yang ia kirim untukku...Memang sudah lama aku tak bertemu dengannya, sudah hampir 3 bulan mungkin…
Cukup lama menurutku, karena biasanya aku selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengannya dan adik-adikku yang lain, yaa minimal satu pekan sekali…Alhamdulillah jika bisa lebih…
Aku balas pesannya “Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh…Alhamdulillah mba baek ade sayang…Alhamdulillah, ternyata masih ada yang ingat mba ^_^…Alhamdulillah mama sehat…Salam rindu untukmu juga ade…Dimanapun kau berada, baik-baik ya ade ^_^”…
Aku merenung sejenak…Ku baca lagi is isms yang tadi ia kirim untukku…Aku tersadar bahwa ada khilaf yang sudah aku lakukan…Hanya karena sekarang ada yang menggantikan “posisi”ku, maka aku jadi jarang mengagendakan untuk bersua dengannya…Astaghfirullah, aku khilaf ya Allah…Hanya karena ada orang lain yang menggantikan “posisiku” untuk membimbing mereka…Aku jadi jarang silaturahim dengan mereka…Bukankah silaturahim yang sebenarnya adalah saat kita sedang tak punya perlu apa-apa dengan orang lain? Irhamna Ya Rabb… *_*
Dan selanjutnya aku kutipkan rangkaian smsku dengannya,
Aku : “^_^ ^_^ Tak banyak ukhuwah yang mba ajarkan pada kalian…Tak sempurna cinta yang mba berikan untuk kalian…Tak tinggi itsar mba dengan kalian…Tapi jujur mba tak mau menyakiti hati kalian semua.. ^_^ ^_^ maaf ya ade jika mba terkesan nyuekin kalian….Hmm….Sungguh tak ada niat begitu.. ^_^ Meski raga tak lagi bersua namun hati telah Allah pertautkan…Ya Rabb, terima kasih untuk anugerah ukhuwah yang indah ini.. ^_^”
Fulanah : “Ya mba, kami ngerti kok..Allah selalu punya skenario indah untuk kita kan..walaupun ga banyak yang mba ajarkan, tapi kami banyak belajar dari yang ga banyak itu….hehe…kok jadi melankolis gini…Salam buat ibu ya mba.”
Aku : “Assalamu’alaikum…Adikku, Allah mengaruniakan kita ruang-ruang hati untuk saling mencintai karenaNya…Maka isilah ruang-ruang itu untuk mencintai saudara-saudara perjuanganmu…Sms ini mba kirim, sekedar ingin bertanya “masih adakah ruang kosong untuk tempat cintaku?” hmm jika sudah tak ada karena ada orang lain yang menggantikan, setidaknya mba masih dapat sebuah senyuman manis darimu…Rindu ini memenuhi jiwa…Rindu ini untukmu…Rindu yang tak habis-habis.. ^_^”
Smsku yang terakhir, aku forward juga untuk saudari-saudariku yang lain…Entah kenapa tiba-tiba wajah-wajah mereka hadir dalam bayang-bayang fikirku…Tiba-tiba aku rindu, rindu sekali…
Teringat semua memori indah bersama mereka…Saat kita bersama belajar untuk menjadi baik… Saat kita bersama mengejar amalan orang-orang baik…Saat kita bersama belajar mengajarkan orang lain untuk menjadi baik…Dan saat ini aku merasakan betapa kebersamaan itu mahal harganya…
Tak lama satu per satu, saudari-saudariku membalas pesan yang aku kirim pada mereka…Yaaaa tidak semua aku tuliskan di sini, hanya beberapa saja…Ini beberapa pesan balasan yang masuk ke inbox sms ku :
“mba, sedih banget sih smsnya…Aku juga kangen sama mba…” pesan dari 08524731****
“jikapun hati ini harus berpindah, tak akan pernah hilang ruang cinta untuk mba ku…I miss u mba… ^_^” pesan dari 08525177****
“Wa’alaikumussalam Warahamtullah Wabarakatuh…Ruang kosong di hati ana selalu ada kok untuk mba ku sayang….” pesan dari 08525076****
“Wa’alaikumussalam Warahamtullah Wabarakatuh…Semoga Allah senantiasa melapangkan ruang cinta di hati kita…dan juga untukmu…saling mendoakan agar Allah menambahkan kelapangan itu menjadi keridhaan…Love u ;-)” pesan dari 08134749****
“Wa’alaikumussalam Warahamtullah Wabarakatuh…selalu ada ruang di hati ini untuk cinta pada saudariku….Dan tidak akan pernah ada yang menggantikannya…Karena kau saudari teristimewaku, yang tak pernah terlupa sampai nanti…sampai mata ini terpejam untuk selamanya ” pesan dari 08525029****
“sahabat itu punya ruang tersendiri di hati, sebaik apapun yang datang silih berganti, tak kan menghapus yang sudah member warna terlebih dahulu, sahabat itu terbayang di sela-sela doa kita meski tak selalu bertemu dan berkomunikasi, tapi hati akan bergetar, otak seakan berputar jika mendengar nama sahabat kita…Miss u too coz Allah…” pesan dari 08125444****
“ruang di hati ini telah terpetakan saat pertama kali aku mengenalmu, ruang hati ini tak mampu menghapus nama tiap-tiap penghuni yang telah mendiaminya, hingga jasadku berpisah dengan nyawa sekalipun…Cintaku yang ku beri untukmu, akan abadi di sana, hanya kamu untuk selamanya…Senyum termanis ku pun selalu tersedia untukmu, masih sama seperti dulu, saat hari-hari indah penuh cinta yang telah kita rajut bersama…Hari ini aku ingin kembali ungkapkan perasaaanku…Aku mencintaimu…Aku pun merindukanmu…Kau adalah saudariku, hari ini, esok, lusa, dan seterusnya…” pesan dari 08525060****
Bergetar hatiku membaca setiap pesan yang mereka kirimkan untukku…Sungguh Allah telah mengaruniakan nikmat yang tak terkira, dan aku bersyukur berada di tengah orang-orang yang mencintaiku karenaNya…
Ukhty, sungguh perpisahan ini tidak pernah indah untuk kurasa…
Sungguh jika aku bisa memilih, aku ingin kita selalu bersama…
Ukhty, kini kita terpisah jarak dan waktu
Ingatlah tekad yang pernah kita azzamkan di dada
Ingatlah da'wah dimanapun kita berada...
Doaku selalu yang terbaik untukmu saudariku...
Ukhty, walau sekarang tangan kita tak lagi berjabat…
Aku yakin ukhuwah kita erat…
Semoga Allah mengijinkan kita bertemu lagi suatu saat…
Dan aku hanya ingin bilang bahwa “Aku mencintaimu karenaNya”
~sahira~
NB : untuk fulanah, saat aku menulis tulisan ini…aku dapat kabar bahwa ia kecelakaan saat perjalanan pulang ke kampung halamannya…Bis yang ia tumpangi terbalik…Alhamdulillah ia tak terluka parah, walau tetap mesti rawat inap di rumah sakit…untukmu adikku, mba titipkan doa agar kau cepat sembuh…Amin Ya Rabb…
Terima Kasih Bijaksana

Setiap orang punya fase-fase yang harus ia lewati dalam proses kehidupannya...
Fase-fase itu berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya...
Fase-fase itu harus dilewati hingga seseorang mampu menjadikan diri sebagai dirinya sendiri...
Diri yang berbeda dengan orang lain...
Karena itulah Allah menciptakan setiap anak manusia dengan segala keunikannya...
Semua itu Allah lakukan agar kita mampu saling melengkapi...
Termasuk aku yang mengalami beberapa fase dalam proses hidup...
Hingga kita bertemu di satu titik, dimana tidak ada keangkuhan...
Yang ada hanya berusaha menebar kebaikan dan kasih sayang walau bagaimanapun keadaan kita...
Terima kasih sahabat...
Terima kasih saudara-saudari perjuanganku...
Terima kasih sudah mau mengajariku arti kata "tulus" dan "bijaksana"
Samarinda, 4 Februari 2010
When I trying to be authentically me
~sahira~
Senin, 01 Februari 2010
Berhenti Sejenak

Aku ingin berhenti sejenak…
Saat semua puji itu terlampau…
Hati ini galau…
Jiwa terlena…
Lupa bahwa diri ini sebenarnya hina…
Aku ingin berhenti sejenak…
Saat kata yang terangkai dalam tulisan…
Membuat cinta untukMu terburai berhamburan…
Aku ingin berhenti sejenak…
Saat perbuatan mulai tak tulus…
Saat nurani mulai tak lurus…
Aku ingin berhenti sejenak…
Merenung dalam diam ...
Hanya ingin jujur dengan semua rasa yang terpendam…
Aku ingin berhenti sejenak…
Ingin membaca dan lebih memaknai lagi semua yang sudah aku tuliskan...
Ingin melihat semua yang sudah aku lakukan...
Aku ingin berhenti sejenak…
Saat semua puji itu salah alamat…
Ia mulai mengikis niat…
Aku ingin berhenti sejenak…
Tak pungkiri makin lama, aku merasa makin tak mengenali diri...
Aku tak ingin bertemu denganMu dalam keadaan yang seperti ini…
Aku ingin berhenti sejenak…
Meluruskan niat…
Memberi diri ini nasihat…
Agar aku bisa mengukir jejak indah, perjalananku ke ahirat…
Ya Allah…
Aku datang dengan sekeping hati…
Sekeping hati yang menjerit…
Sekeping hati yang sakit…
Ya Allah…
Karena tak bersihnya niat…
Aku menjadi hambaMu yang selalu punya cacat…
Yaa aku selalu berpotensi untuk cacat karena aku bukan malaikat…
Meski aku bukan malaikat, aku hamba yang berusaha untuk selalu taat…
Ya Allah…
Karena tak ada kata terlambat untuk bertaubat…
Aku ingin berhenti sejenak…
Meluruskan niat untuk taat…
Ya Allah…
Ampuni dosaku...
Maaf untuk khilafku…
Jerit hati, 1 Februari 2010
~sahira~
Minggu, 31 Januari 2010
Wahai Sang Pecinta Kata

Seseorang yang menuangkan ide dan fikirannya dalam tulisan adalah sang pecinta kata...
Sang pecinta kata selalu mampu menuturkan kata-kata lewat bibir penanya...
Ia tak pernah kehabisan ide untuk menata huruf demi huruf, merangkai kata, dan mengikatnya dalam tulisan...
Bahkan saat ia tak punya inspirasi, ia masih mampu menulis tentang dirinya yang sedang tak berinspirasi…
Yaa begitulah sang pecinta kata…
Sang pecinta kata bagai seorang bunda…
Bunda yang melahirkan kata-kata dari rahim imajinya dengan susah payah…
Bunda yang menuangkan cinta dan kasih sayangnya dalam setiap kata, ia bagai menuangkan cinta pada anak-anaknya…
Namun ketika “anak-anak kata” lahir….
Tiba-tiba seseorang merampas “anak-anak kata” dari pelukan bundanya….
Tiba-tiba seorang bunda dirampas haknya, ia tidak di akui oleh orang lain bahwa ia yang pernah melahirkan “anak-anak kata” dari rahim imajinya….
Tiba-tiba orang lain itu berkata “ini anakku”….
Lantas mungkinkah ada seorang anak yang sama dilahirkan dari dua rahim yang berbeda??? mungkinkah ada seorang anak yang sama dilahirkan dari dua orang bunda yang berbeda???
Bisa di bayangkan bagaimana perasaan seorang bunda saat anaknya dirampas???
Yaa pastilah bunda bersedih….
Wahai sang pecinta kata…
Jika memang kau pecinta kata yang sejati…
Kau tak akan kehabisan pesona untuk tampil di panggung tulisan…
Karena kau selalu punya cara sendiri untuk membuktikan cintamu dalam kata tanpa harus meniru cara orang lain membuktikan cintanya…
Jika memang kau bunda yang sejati….
Kau pasti bahagia dan bersyukur jika dalam pentas realita, “anak-anak katamu” bermanfaat bagi orang lain dan banyak orang yang kagum pada “anak-anak kata” yang kau lahirkan…
Meski begitu pastilah kau pun tak kan merelakan begitu saja jika tiba-tiba “anak-anak kata” yang lahir dari rahim imajimu diakui orang lain sebagai anaknya…
Aku tulis untuk semua orang yang mencintai kata-kata...
Aku tulis untuk semua orang yang menjadi bunda dengan melahirkan “anak-anak kata” dari rahim imajinya...
Aku tulis untuk sang pecinta kata…
Hari ini Allah menguji kesabaran dan keikhlasanku…
Saat “anak-anak kata” milikku di akui oleh orang lain sebagai anaknya
Ya Ilahi, semua ini terjadi atas izinMu…
Pasti ada hikmah yang berserak bersama peristiwa ini…
Irhamna Ya Rabb…
Samarinda, 30 Januari 2010
Salam Cinta Dalam Kata
~sahira~
NB : Sesungguhnya CoPas itu tidak dilarang….hukumnya mubah….tapi tetep cantumin itu nama penulis yang sebenarnya…. ^_^
Karena Allah, Aku Kuat

Saat iman mulai lunglai..
Saat nafas-nafas nurani mulai tersengal meniti jalanNya..
Saat pencarian mutiara di dasar hati mulai terasa sia-sia..
Maka ingatlah "....Dialah (Allah) yg memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan para mukmin." (QS. Al-Anfal:62)
Dan ingat pula "Sesungguhnya kita ini kuat dengan bantuan Allah, dan tidak akan pernah lemah selamanya karena pertolongan Allah..
Kita ini mulia karena Allah dan tidak akan hina selamanya karena Allah..
Kaya karena Allah dan tidak akan fakir selamanya karena Allah..
Kami ingin mengajarkan umat dengan sikap yang baru yang sesuai dengan nilai-nilai Islam..
Kami ingin membina umat dengan akhlak Islam dan menuntun mereka dengan pola hidup Islam..
Agar umat bisa berjalan di belakang pemimpinnya yang paling agung..
Pemimpin yg paling mulia, Muhammad saw.." Untaian kata Ustadz Hasan Al-Banna..
Ku baca lalu ku maknai kata demi kata..
Kalimat demi kalimat..
Hingga rintik-rintik air bening menghiasi pelupuk mata..
Menilai diri dan menyadari bahwa aku masih sering menyerah di tengah komitmen aku harus berbuat..
Duhai Allah, kerdilnya diri ini di hadapanMu..
Wahai diri ingatlah bahwa hidup tak mengenal siaran tunda..
Pencarian hidup seorang mukmin adalah menuju Allah..
Mencari ridhaNya..
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan."(QS.Al-Insyirah:5-6)
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat...." (QS.Al-Baqarah:45)
Wahai jiwa jangan bunuh benih-benih harap yang hadir..
Jangan mundur dari pentas realita hanya karena tak indah seperti keinginan..
Istiqomahlah meski tak mudah..
Sungguh janji Allah adalah sebuah kepastian..
Dialog diri, 30 Januari 2010
Yang tertatih dan berusaha ikhlas di jalanNya
~sahira~
Kamis, 28 Januari 2010
Puing-Puing Riang

Tak seperti biasanya..
Entah, aku merasa ada yang kurang..
Ada yang hilang..
Saat kau tak bergeming..
Aku pun tak punya pilihan selain hening..
Saat kau senyap..
Senyum itupun menguap..
Menguap dan merenda awan kelabu..
Aku yakin sepertinya sebentar lagi akan turun hujan..
Benar saja, hujan itu hadir di pelupuk mata..
Sepi menjadikan riang hancur menjadi puing..
Aku hanya ingin mengumpulkan puing-puing riang yang terbuang..
Aku tak ingin riang itu hilang..
Untukmu sahabat, aku mengais puing-puing riang..
Rumah, 27 Januari 2010
~sahira~
Jumat, 22 Januari 2010
Menjemput Kematian

"Setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian. Dan sesungguhnya pada hari kiamatlah akan disempurnakan balasan (amal) kalian. Maka, siapa yang (hari itu) dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah sukses besar. Dan tidak adalah kehidupan dunia ini kecuali (sedikit) kenikmatan yang menipu." (QS. Ali Imran : 185)
Allah menegaskan bahwa yang berjiwa pasti akan mengalami kematian...
Bukan hanya tumbuhan dan hewan, melainkan juga manusia...
Yaa manusia itu diri ini...
Sesungguhnya kehidupan diri ini adalah kematian itu sendiri…
Jadi sebenarnya cita-cita hidup adalah mati dengan sebaik-baiknya mati, yaitu meninggal dalam kebaikan dan amal sholeh...Khusnul khotimah...
Kalau membicarakan kematian terkadang dirasa membuat setiap diri tidak nyaman...
Padahal melalui kematian kita bisa memandang hidup "lebih hidup"...
Karena ibarat koin uang ada dua sisi, tetapi hakikatnya satu...
Wahai diri, wahai jiwa, wahai insan, wahai hati...Wahai apapun namamu...
Kematian itu sebuah kepastian yang Allah janjikan...
Jika kau yakin bahwa janji Allah adalah sebuah kepastian...
Maka mengapa kau masih sibuk dengan semua yang semu...
Allah memberi vonis MATI bagi setiap diri
Sekarang aku bukanlah aku...
Karena aku sedang belajar menjadi aku...
Aku adalah aku saat sakaratul maut...
Cukuplah kematian sebagai penasihat diri...
Samarinda, 21 Januari 2010
~sahira~
Jumat, 15 Januari 2010
Aku Ingin Pulang

Kemanapun aku pergi
Bayang bayangmu mengejar
Bersembunyi dimanapun
S'lalu engkau temukan
Aku merasa letih dan ingin sendiri
Ku tanya pada siapa
Tak ada yang menjawab
Sebab semua peristiwa
Hanya di rongga dada
Pergulatan yang panjang dalam kesunyian
Aku mencari jawaban di laut
Ku seret langkah menyusuri pantai
Aku merasa mendengar suara
Menutupi jalan
Menghentikan petualangan
Kemanapun aku pergi
Selalu ku bawa bawa
Perasaan yang bersalah datang menghantuiku
Masih mungkinkah pintumu ku buka
Dengan kunci yang pernah kupatahkan
Lihatlah aku terkapar dan luka
Dengarkanlah jeritan dari dalam jiwa
Aku ingin pulang
Aku harus pulang
Lirik lagu Ebiet G Ade : "Aku Ingin Pulang"
______________^_^______________^_^_____________^_^_____________
Saat lisan kelu untuk berucap
Biar tulisan yang mengatakan bahwa "aku tetap berharap"
Saat pikiran penat, aku hanya ingin rehat
Biar aku beristirahat, karena aku masih ingin bersemangat
Saat raga ingin bertahan, nyatanya jiwa tidak demikian
Biar aku coba untuk melawan, tetap saja aku tak jadi pahlawan
Saat hati mulai lelah, tak pungkiri aku merasa bersalah
Biar aku akhiri semuanya dengan indah dan bukan karena menyerah
Saat aku merasa terbuang, aku hanya ingin pulang
Biar aku pulang, karena setelahnya aku ingin tetap berjuang
Samarinda, 15 Januari 2010
~sahira~
Kamis, 14 Januari 2010
Asa Dalam Lintasan Masa

Kehadiran asa tak harus selalu dalam nyata...
Asa hadir agar putus asa itu tak menjadi realita...
Walau terkadang asa malu bertutur pada tuannya bukan berarti ia tak mau...
Asa hanya sedang ingin menari dan bermain dengan lintasan masa hingga saatnya tiba ia mau bertutur...
InsyaAllah jika sudah saatnya, asa itupun akan diwujudkan oleh yang Maha Esa…
Menanti dalam kesabaran...
Sabar dalam penantian...
Ku tulis untuk semua sahabatku yang sedang menanti...
Apapun yang sedang kau nanti...
Bersabarlah...
Sungguh janji Allah itu sebuah kepastian ^_^
~sahira~
Jumat, 08 Januari 2010
Aku Belajar Dari Hujan

Hujan...
Turunmu melerai sepi
Panjang merintik dengan cinta...
Hujan..
Megah dengan kabut
Merona dengan dingin...
Hujan membawaku pada indah pelangi...
Hujan membawakanku angin sejuk untuk beristirahat dari penat...
Airnya yang berlimpah, dinginnya yang menyejukkan, dan kesegarannya yang menyenangkan, membawaku pada suasana yang benar-benar berbeda...
Berbeda saat aku merasa panas dan merindukan kesejukkan yang menyegarkan...
Karenanya aku selalu rindu sang hujan...
Namun ketika aku maknai lebih dalam, ternyata ada sisi lain dari hujan...
Allah menurunkan hujan ke bumi tidak hanya di satu tempat...
Terkadang ia turun di beberapa tempat dalam satu waktu yang bersamaan...
Itu karena memang Allah tau bahwa begitu banyak makhluk bumi yang merindukan hujan...
Aku tersadar bahwa tidak hanya aku yang rindu hujan...
Ada makhluk-makhluk Allah yang lain, yang sama sepertiku...
Dan sungguhlah egois jika aku berfikir bahwa hujan itu hanya turun untuk aku...
Lagi aku belajar dari hujan...
Belajar untuk berbagi dengan makhluk Allah yang lain...
Pelajaran berharga yang aku dapat dari hujan...
Aku hanya sedang belajar hingga saat itu tiba...
Yaa saat hujan benar-benar menyapaku...
Rentetan abjad yang tersusun sesaat setelah diskusi panjang dengan sahabatku...
Ini untukmu sahabat...
~sahira~ ^_^
Cinta Dalam Kata

Bila jemari mulai menari…
Tinta yang bisu akan mulai berkata-kata...
Sekadar meluapkan rasa, melerai ragu, melukis asa...
Andai sepi goresan pena ini, kesepianlah yang sedang bersarang di jiwa...
Andai riang goresan pena ini, kerianganlah yang sedang bertakhta di hati...
Mengikuti jejak hidupku, seorang musafir di bumi Allah...
Semoga rahmatNya terus memayungi diri...
Saat asa bertutur dalam rasa maka saat itulah cinta terurai dalam kata yang terangkai...
Indah untuk dibaca dan indah untuk dimaknai...
Sesungguhnya keindahan kata dan ucapan itu kepunyaan Sang Pemilik Seluruh Kata....
Dia lah yang menjadikan keindahan dalam setiap susunan huruf....
Subhanallah...
Yaa inilah aku...
Yang damai dalam lautan kata...
Mengungkapkan bahasa jiwa...
Bertutur dengan bibir pena...
Karena aku tak pernah mau meninggalkan sepenggal cinta tanpa kata...
~sahira~ ^_^
Kamis, 31 Desember 2009
Sebuah Cerita Tentang Kasih Sayang

Berikut ada kisah menarik dari tulisan George W Burns (psikoterapist) yang saya forward dan mudah2an bisa jadi perenungan dan pencerahan bagi kita semua
Pada suatu ketika, ada sebuah pulau yang dihuni oleh semua sifat manusia. Ini berlangsung lama sebelum mereka menghuni tubuh manusia, dan lama sekali sebelum kita mengotak-ngotakkannya kedalam istilah baik atau buruk. Pokoknya mereka ada, dengan ciri-cirinya sendiri.
Bahkan sifat-sifat tersebut berdiri sendiri sebagaimana manusia.
Mungkin itu sebabnya pada akhirnya mereka bersatu.
Dipulau tersebut hiduplah Optimisme, Pesimisme, Pengetahuan, Kemakmuran, Kesombongan, dan Kasih Sayang.
Sudah barang tentu sifat-sifat yang lain hidup disana juga. Pada suatu hari dimaklumatkan bahwa pulau tersebut pelan-pelan tenggelam. Ketika sifat-sifat tersebut mendengar berita ini, mereka dilanda kepanikan.
Mereka berlarian kesana kemari seperti semut yang rumahnya diinjak sampai hancur.
Setelah beberapa saat mereka mulai tenang dan merencanakan tindakan positif.
Karena hidup di pulau, kebanyakan dari mereka punya perahu, jadi mereka semua memperbaiki perahu mereka dan mengatur pemberangkatan dari pulau.
Kasih Sayang belum siap. Dia tidak memiliki perahu sendiri. Mungkin dia telah meminjamkannya kepada seseorang bertahun-tahun yang lalu.
Dia menunda keberangkatannya hingga saat-saat terakhir agar dia bisa membantu orang lain bersiap-siap. Pada akhirnya Kasih Sayang memutuskan bahwa dia harus meminta bantuan.
Kemakmuran baru saja berangkat dari dermaga didepan rumahnya yang besar.
Perahunya besar sekali, lengkap dengan semua teknologi paling mutakhir dan perangkat navigasi. Jika bepergian dengannya sudah pasti perjalanan mereka akan menyenangkan.
"Kemakmuran," panggil Kasih Sayang, "bolehlah aku ikut bersamamu?"
"Tidak bisa," jawab Kemakmuran. "Perahuku sudah penuh.
Berhari-hari kuhabiskan untuk memenuhinya dengan seluruh emas dan perak milikku.
Bahkan hanya tersisa sedikit ruang untuk perabotan antik dan koleksi seni. Tidak ada ruang untukmu disini."
Kasih Sayang memutuskan untuk minta tolong kepada Kesombongan yang sedang lewat didepannya menaiki perahu yang unik dan indah.
"Kesombongan, sudikah engkau menolongku?"
"Maaf, " kata kesombongan. "Aku tidak bisa menolongmu.
Tidakkah kau lihat sendiri? Kamu basah kuyup dan kotor. Coba bayangkan, betapa kotornya dek perahuku yang mengilat ini nanti jika kamu naik."
Lalu Kasih Sayang melihat Pesimisme yang sedang berusaha sekuat tenaga mendorong perahunya ke air.
Kasih Sayang meletakkan tangannya ke buritan kapal dan membantu Pesimisme mendorong perahunya.
Pesimisme mengeluh terus menerus. Perahunya terlalu berat, pasirnya terlalu lembut, dan airnya terlalu dingin. Sungguh hari yang tidak tepat untuk melaut.
Peringatan yang diberikan mendadak sekali, dan pulau ini tidak seharusnya tenggelam.
Mengapa semua kesialan ini terjadi padanya? Mungkin dia bukan teman seperjalanan yang menyenangkan.
Situasi Kasih Sayang sudah sangat kepepet.
"Pesimisme, bolehkah aku menumpang perahumu?"
"Oh, Kasih Sayang, engkau terlalu baik untuk berlayar denganku. Sikapmu yang penuh perhatian bahkan menjadikanku merasa lebih bersalah dan tidak keruan.
Bayangkan, seandainya ada ombak besar yang menghantam perahu kita dan engkau tenggelam. Bagaimana menurutmu perasaanku jika itu terjadi? Tidak, aku tidak bisa mengajakmu."
Salah satu perahu yang dilihat terakhir kali meninggalkan pulau adalah Optimisme. Dia tidak percaya dengan segala omong kosong tentang bencana dan hal-hal buruk, yaitu bahwa pulau ini akan tenggelam. Seseorang akan mampu berbuat sesuatu dan sebelum pulau ini benar-benar tenggelam.
Kasih Sayang berteriak memanggilnya, tetapi Optimisme terlalu sibuk menatap kedepan dan memikirkan tujuan berikutnya sehingga dia tidak mendengar.
Kasih Sayang berteriak memanggilnya sekali lagi, tetapi bagi Optimisme tidak ada istilah menoleh kebelakang. Dia sudah meninggalkan masa lalu dibelakang, dan berlayar menuju masa depan.
Pada saat Kasih Sayang sudah nyaris putus asa, dia mendengar sebuah suara, "Ayo, naiklah keperahuku."
Kasih Sayang merasa begitu lelah dan letih sehingga dia meringkuk diatas perahu dan langsung tertidur.
Dia tertidur sepanjang perjalanan sampai nakhkoda kapal mengumumkan bahwa mereka telah sampai ditanah kering dan dia bisa turun.
Dia begitu berterimakasih dan gembira karena perjalanannya berjalan aman sehingga dia berterimakasih kepada sang nakhoda dengan hangat, kemudian meloncat kepantai.
Dia melambaikan tangannya ketika pelaut itu meneruskan perjalanannya. Baru pada saat itulah dia sadar kalau lupa menanyakan nama nakhoda itu.
Ketika dipantai dia bertemu dengan Pengetahuan dan bertanya,"Siapa tadi yang menolongku?"
"Itu tadi Waktu"jawab Pengetahuan.
"Waktu?" tanya Kasih Sayang,
"Mengapa hanya Waktu yang mau menolongku ketika semua orang tidak mau mengulurkan tangan?"
Pengetahuan tersenyum dan menjawab,"Sebab hanya Waktu yang mampu mengerti betapa hebatnya Kasih Sayang."
taken from http://www.lautanindonesia.com
Rabu, 30 Desember 2009
Mawar

Seorang wanita sholehah bagaikan mawar yang mewakili cinta...
Mawar yang indah, wangi, penuh pesona...
Mawar yang Allah ciptakan lengkap dengan duri...
Untuk menjaga kesuciannya sehingga tak semua orang bisa memetiknya...
Ia selalu berusaha menjadi bunga terbaik dan terindah di kebun cintaNya...
~sahira~
Orang Tua
![]()
Wahai anak, kini sudah saatnya kau yang menjadi orang tua untuk kedua orang tuamu...
Memanjakan dan merawat mereka dengan kasih sayang...
Ya Allah ya Rabbana...Kini senja membersamai langit usia mereka...
Renta membayangi tubuh mereka...
Aku mohon, bantu aku untuk selalu membahagiakan mereka...
Karena aku tak bisa berbuat apa-apa tanpaMu...
Cintai mereka dengan caraMu...
Maafkan khilafnya...
Jadikan kami anak-anak yang tau balas budi...
Anak-anak yang mampu menjadi amal jariyah bagi keduanya...Amin...
Sesaat setelah memandang wajah bapak dan mama dalam tidur pulasnya
~sahira~
Rindu Sang Hujan
Hujan...
Turunmu melerai sepi
Panjang merintik dengan cinta...
Hujan..
Megah dengan kabut
Merona dengan dingin...
Hujan membawaku pada indah pelangi...
Hujan membawakanku angin sejuk untuk beristirahat dari penat...
Airnya yang berlimpah, dinginnya yang menyejukkan, dan kesegarannya yang menyenangkan, membawaku pada suasana yang benar-benar berbeda...
Berbeda saat aku merasa panas dan merindukan kesejukkan yang menyegarkan...
Karenanya aku selalu rindu sang hujan...
Biar hujan yang menuntun langkah kaki...
Menggapai asa hingga mampu mengurai cerita cinta tentangNya...
Biar hujan yang menuntun langkahmu menjemputku
Untukmu yang masih dalam tanda tanya ^_^
~sahira~
Kamis, 17 Desember 2009
Meneliti Perjalanan Hati

Coba susuri kembali perjalanan kita, apa yang sudah kita tinggalkan...
Susuri setiap inci jalan yang kita lalui...
Adakah jejak indah itu sudah kita torehkan?
Orang-orang yang berjalan di jalan Allah selalu mampu bangkit saat kondisi sulit...
Ia yang terus berlari walau dalam perjalanannya banyak duri yang siap melukai diri...
Ia yang tak menyerah saat harus merasa kalah...
Karena baginya kalah adalah waktu untuk mengais hikmah..
Sahabat, mari kembali meneliti perjalanan hati...
Benarkah kita orang-orang yang berjalan di jalanNya?
Segala sesuatu di dunia ini pasti berawal dan pasti berakhir...
Jangan akhiri perjalanan...
Hingga Allah lah yang menghendaki kaki kita berhenti melangkah...
Yaa berhenti melangkah di pintu syurgaNya...
Untuk seorang sahabat di Kalimantan Barat
~sahira~
Selasa, 08 Desember 2009
Bekerja Untuk DienNya

Ukhty, bukan da'wah namanya kalau tidak ada rintangnnya,
sekecil apapun rintangannya, pasti ada yang harus dikorbankan...
Allah akan melihat siapa yang bersungguh-sungguh,
diantara yang bersungguh-sungguh itu Allah akan melihat siapa yang rela berkorban,
diantara yang rela berkorban itu Allah akan melihat siapa yang istiqomah,
dan diantara yang istiqomah itu Allah akan melihat siapa yang hatinya ikhlas...
Tugas kita hanyalah kerja, kerja dan kerja...
yaa bekerja untuk DienNya...
~sahira~
Tak Selamanya

Samarinda, 6 Desember 2009
Tak selamanya bintang dan bulan beriringan menghiasi malam...
Begitu juga kita, tak selamanya berjalan beriringan menghiasi bumi...
Hari ini waktu yang tepat untuk berpisah...
Kakakku, Selamat berjuang...
Bumi Allah yang lain menanti kerja-kerja da'wahmu...
Walau kelak raga ini tak bersua, saling mengingat dalam doa...
I Always love u coz Allah *_*
Kesendirian bukanlah sebuah keinginan tapi sebuah keadaan yang terkadang memang harus dijalani...
Perpisahan ini tak pernah indah untuk kurasa...
Sesaat setelah berpisah dengan kakakku...
~sahira~
Jumat, 04 Desember 2009
Pilihan

Wahai diri...
Allah memberimu ujian justru pada titik terlemah...
Itu semua agar kau cukup kuat mengatasi kelemahanmu...
Jalan hidupmu adalah sebuah pilihan...
Terkadang keinginan akan suatu pilihan hidup tak berdamai dengan kesiapan untuk menjalaninya...
Karena itu, setiap pilihan hidup butuh pengetahuan...
Duhai pemilik nafasku...
Ini aku datang lagi...
Bersimpuh dihadapanMu...
Datang dan memohon dengan sangat...
Teguhkan pilihan hidupku ini...
Tangguhkan aku dijalanMu...
~sahira~
Senin, 30 November 2009
Sahabat Luar Biasa

Sahabatku ini begitu luar biasa!
Alhamdulillah...
Sahabatku ini tidak pernah mendengki kepadaku.
Ia yang turut gembira kala aku bahagia.
Ia yang selalu membalas senyumanku dengan senyuman termanis.
Dan aku yakin sahabatku ini selalu menginginkan yang terbaik bagiku.
Masyaallah...
Ia bukanlah sahabat yang ada hanya dikala aku berjaya!
Ia adalah sahabat yang setia bahkan dimasa-masa tersulit dalam hidupku.
Begitu sabarnya sahabatku mendengarkan curahan hatiku.
Omelan-omelan remeh.
Keluhan-kesah ketidak-ikhlasan.
Jeritan-jeritan hatiku yang lemah.
Dengan lembut sahabatku menyeka tetesan air mataku.
Dan oh..
kuingat betapa hangat hatiku dalam pelukan sahabatku.
Bahkan di waktu aku berkubang dosa, sahabatku setia mendampingiku.
“dan nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
Tiap kali aku terjatuh, sahabatku ini mengulurkan tangannya, menarik aku dengan perlahan dari keterpurukan.
Tiap kali aku lalai, sahabatku ini mengingatkanku.
Tiap kali aku berpaling, sahabatku ini tetap sabar menantiku.
Padahal...
Entah berapa puluh, ratus, ribu kali aku berpaling dan menjauh dari sahabatku.
Aku asik mengurusi hal-hal lain sehingga melupakan sahabatku.
Dan...
Astaghfirullah...
Tidak terbilang berapa kali aku melukai hati sahabatku.
Aku berprasangka buruk,
Aku acuh,
Aku sombong,
Aku lalai memenuhi kewajibanku.
Akan tetapi...
Sahabatku ini tetap saja sabar menghadapiku.
Sahabatku...
Kepada Engkau-lah kini aku akan selalu mengadu.
Jangan bosan ya!
Engkau tahu kan...
Betapa lemah hati ini.
Engkau tahu kan...
Betapa ringkih jasad ini.
Engkau tahu kan...
Ya! Engkau pasti tahu!
Karena Engkau-lah Yang Maha Mengetahui.
Ya Allah...
Rabb yang kucinta dan kurindukan...
Maafkan aku yang telah banyak berharap pada makhluk-Mu.
Padahal Engkau-lah yang membuat aku kuat.
Padahal Engkau-lah sebaik-baik pemberi pertolongan.
Ya Allah...Ya Rabbi...
Jangan Engkau biarkan hati ini kembali berpaling kepada selain-Mu.
By : Ukhty Nurdiansari
Yaa begitulah jerit hati sabahatku...
Ia tulis itu untukku dan untuk sahabatnya yang lain...
Tak terasa rintik-rintik air bening hadir di pelupuk mata...
Sungguh, aku mencintaimu karenaNya
~sahira~
Senin, 23 November 2009
Tak Semua Bisa

"Tak semua BUNGA melambangkan CINTA tapi MAWAR bisa...
Tak semua BURUNG melambangkan KEDAMAIAN tapi MERPATI bisa...
Tak semua TANAMAN bisa bertahan tanpa AIR tapi KAKTUS bisa...
Tak semua SAHABAT bisa bertahan tapi ENGKAU bisa..."
(pesan singkat dari saudariku di kota Bontang)
Saat membaca pesan itu, pikiranku melayang ke saat-saat bersamanya
Saat kita bersama belajar menjadi baik
Saat kita bersama mengejar amalan orang-orang baik
Saat kita bersama belajar mengajarkan orang lain untuk menjadi baik
Saat ini aku merasakan betapa kebersamaan itu mahal harganya.
Sungguh perpisahan ini tidak pernah indah untuk kurasa
Sungguh jika aku bisa memilih, aku ingin kita selalu bersama
Ukhty, kini kita terpisah jarak dan waktu
Ingatlah tekad yang pernah kita azzamkan di dada
Ingatlah da'wah dimanapun kita berada...
Doaku selalu yang terbaik untukmu saudariku...
Ukhty, teman hanya akan menyapa dengan kata...
Sahabat akan menyapa dengan rasa...
Tapi ukhuwah akan menyapa dengan cinta...
Karena kau saudariku, maka kusapa engkau dengan cinta...
Uhibbukifillah....
Ukhty, saat tak semua bisa
Yakin dan berusahalah menjadi satu diantara yang bisa
~sahira~
Minggu, 22 November 2009
HAMASAH...!!!
Teringat kembali aku akan nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang da'wah…
Memang seperti itu da'wah. Da'wah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.
Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang da'wah. Tentang umat yang kau cintai.
Lagi-lagi memang seperti itu. Da'wah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.
Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban da'wah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(alm. Ust Rahmat Abdullah)
Kalau iman dan syetan terus bertempur.
Pada akhirnya salah satunya harus mengalah.
In memoriam Ust. Rahmat Abdullah
Ikhwah fillah di bumi Allah...
Wahai yang berada di jalan da’wah...
Lelah bukan berarti kalah...
Walau kalah itu melelahkan...
Jangan kalah dengan lelah...
Allah memberi masalah agar kita terus bermujahadah...
HAMASAH !!!
~sahira~
Jumat, 20 November 2009
Renovasi Ruang Hati

Merenovasi ruang-ruang hati...
Berharap renovasi itu bisa membuat ruang hati menjadi lebih nyaman...
Yaaa nyaman digunakan untuk mengeja cintaMu...
Ya Rabb, betapa hamba ini kurang ilmu...
Hingga sekarang hanya mampu mengeja cintaMu...
Hamba bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa...
Hanya seonggok daging yang ditiupkan ruh olehMu...
Semoga lisan hina ini terus mengalirkan madu dzikir...
Semoga lisan hina ini terus mengalirkan wangi syukur atas RahmatMu...Amin
HambaMu yang dhoif
~sahira~
Aku Bisa Bangkit

Alhamdulillah...
Aku masih bisa bangkit meneruskan perjalanan...
Meski aku tahu, kini aku jauh tertinggal...
Aku belum bisa menjadi yang terbaik...
Tapi aku masih bisa berharap untuk menjadi baik...
Karena aku masih bersama orang-orang baik...
Bahkan mereka ada di depanku, orang-orang terbaik itu...
Ya Rabb, cintai mereka, yang mencintaiku karenaMu...
Untukmu sahabat-sahabat perjuangan...
Uhibbukum Fillah, Lillah...
Saat berdialog dengan diri
~sahira~